Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan anggaran tersebut terserap dengan jumlah penerima manfaat mencapai 57 juta orang.
Bendahara negara itu mengapresiasi berbagai perbaikan yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam beberapa waktu terakhir
"Khusus program makan bergizi gratis, 57 juta penerima akhir September, Rp153,2 triliun (realisasi). Kami mengapresiasi berbagai macam perbaikan yang telah dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN)," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, dikutip Sabtu, 10 Oktober 2026.
Menurut Suahasil, salah satu langkah perbaikan dilakukan melalui penertiban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah SPPG yang tidak memenuhi ketentuan ditutup, sementara unit yang telah melakukan pembenahan dapat kembali beroperasi.
"Sehingga sekarang lebih tertib, pakai sertifikat, ada yang ditutup SPPG yang enggak benar ditutup. Tapi ada juga yang dibuka lagi," ujarnya.
Ia menilai, penertiban tersebut diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai tujuan, terutama dalam menyediakan makanan bergizi gratis bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Suahasil memahami BGN masih terus mengevaluasi dan membenahi pelaksanaan program tersebut. Pemerintah pun akan menyesuaikan alokasi anggaran dengan kebutuhan riil di lapangan.
"Saya memahami bahwa teman-teman di BGN terus mencari upaya perbaikan terus, ini bagus. Sehingga nanti anggarannya ngikut, anggarannya menyesuaikan berapa yang nanti diperlukan, kita akan sediakan," tandasnya.

BERITA TERKAIT: