Kondisi Air Jakarta Dibahas di Forum PBB

Katar Apresiasi Transformasi Layanan Air Jakarta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Sabtu, 03 Oktober 2026, 03:35 WIB
Kondisi Air Jakarta Dibahas di Forum PBB
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin memaparkan persoalan pengelolaan air Jakarta dalam Private CEO Roundtable yang merupakan rangkaian Sidang Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.(Foto: Dok. PAM Jaya)
Kecil Besar
rmol news logo Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin memaparkan persoalan air minum perpipaan di Jakarta ke forum internasional Private CEO Roundtable di New York, Amerika Serikat, dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 atau 81st UN General Assembly pada Selasa, 22 September 2026. 

Arief menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang diminta memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam forum yang mempertemukan sejumlah CEO dan pemimpin bisnis global tersebut. Kehadiran PAM Jaya merupakan undangan dari Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (Ministry of Foreign Affairs of the United Arab Emirates/UAE) selaku penyelenggara.

“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus ditempatkan di bagian paling fundamental,” kata Arief, dikutip Sabtu 3 Oktober 2026.

Partisipasi di forum PBB tersebut menjadi kesempatan bagi PAM Jaya untuk memperkenalkan pengalaman Jakarta dalam mengembangkan infrastruktur air minum, memperluas cakupan layanan, serta memperkuat keberlanjutan sumber daya air di tengah pertumbuhan kota metropolitan.

Dalam forum tersebut, para pemimpin bisnis global membahas investasi sektor air sebagai salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, ketahanan pangan, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Arief mengungkap berbagai tantangan dan peluang pengembangan layanan air minum perpipaan di Jakarta, termasuk kebutuhan investasi, revitalisasi jaringan, peningkatan kualitas pelayanan, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung efisiensi operasional.

PAM Jaya sendiri menargetkan cakupan layanan air minum perpipaan mencapai 100 persen pada 2029. Untuk mewujudkan target tersebut, perusahaan menyiapkan pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik serta pembangunan jaringan perpipaan sepanjang 16.234 kilometer.

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta (Katar) Sugiyanto mengatakan, keikutsertaan PAM Jaya dalam forum yang mempertemukan para pemimpin bisnis global tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap pengalaman dan upaya transformasi pengelolaan layanan air minum perpipaan di Jakarta.

"Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pertukaran pengetahuan, membangun jejaring kerja sama internasional, serta membuka peluang investasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas layanan air bagi masyarakat," kata Sugiyanto.

Sugiyanto juga memandang bahwa upaya PAM Jaya memperluas cakupan layanan, memperbarui infrastruktur, dan mengembangkan pemanfaatan teknologi merupakan bagian penting dalam menjawab tantangan penyediaan air minum di Jakarta.

Apresiasi tersebut sejalan dengan kebutuhan Jakarta untuk memiliki sistem penyediaan air minum yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan, seiring dengan pertumbuhan penduduk serta meningkatnya aktivitas ekonomi di ibu kota.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA