Masyarakat Diajak Terus Mencintai Batik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Jumat, 02 Oktober 2026, 23:43 WIB
Masyarakat Diajak Terus Mencintai Batik
Presiden Federasi Bisnis dan Profesional Wanita Indonesia (BPW Indonesia) Giwo Rubianto. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Masyarakat diharapkan terus mencintai dan menggunakan batik sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Presiden Federasi Bisnis dan Profesional Wanita Indonesia (BPW Indonesia) Giwo Rubianto Wiyogo dalam momentum Hari Batik Nasional pada Jumat 2 Oktober 2026.

Menurut Giwo, pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda bukan berarti upaya pelestarian dapat berhenti. Sebaliknya, pengakuan tersebut harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap batik.

Batik Indonesia telah masuk dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity UNESCO sejak 2009. UNESCO mencatat batik tidak hanya sebagai teknik pembuatan kain, tetapi juga mencakup pengetahuan, simbolisme, tradisi, serta budaya yang hidup dalam masyarakat Indonesia.

"Walaupun batik sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya, kita tetap harus mencintai dan menggunakan batik," kata Giwo melalui keterangan tertulis.

Ia mengajak masyarakat menjadikan penggunaan batik sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan mengenakan batik setidaknya satu hari dalam sepekan.

"Dengan begitu, kecintaan terhadap batik tidak hanya menjadi simbol pada Hari Batik Nasional, tetapi menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari," kata Giwo.

Giwo juga menekankan pentingnya memperkenalkan batik kepada generasi muda. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam memastikan keberlangsungan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

"Harus terus kita gaungkan batik kepada generasi muda," kata Giwo.

Selain mendorong masyarakat menggunakan batik, Giwo mengingatkan pentingnya memberikan apresiasi kepada para pembatik dan pencanting yang selama ini menjaga keterampilan tersebut tetap hidup.

"Para pencanting dan pembatik juga harus kita apresiasi. Regenerasi harus terus dilakukan," kata Giwo.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA