Ismi merupakan satu-satunya siswa Sekolah Rakyat asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026. Dalam upacara tersebut, ia dipercaya sebagai cadangan baki.
Suburia mengaku tidak menyangka bisa menyaksikan langsung putrinya tampil di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
"Langsung terharu pak, menangis mendengar anak lolos (Paskibraka)," kata Suburia.
Ismi merupakan putri pasangan Rahman dan Suburia. Keluarganya mengandalkan penghasilan Rahman yang bekerja sebagai buruh tani dengan pendapatan tidak menentu.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Suburia menyebut Ismi tetap menjadi anak yang sabar, penurut dan rajin membantu pekerjaan rumah.
"Selain Ismi-nya penyabar dan penurut, dia juga membantu saya di rumah menyelesaikan pekerjaan rumah," ujarnya.
Suburia juga melihat perubahan positif pada putrinya setelah menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat selama satu tahun. Salah satunya, Ismi dinilai lebih rajin beribadah.
Sementara itu, Ismi mengatakan pencapaiannya menjadi Paskibraka Nasional tidak diraih secara instan. Ia harus melewati seleksi mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
Ismi bersaing dengan 119.441 pendaftar sebelum akhirnya terpilih menjadi satu dari 76 putra-putri dari 38 provinsi yang mengikuti Paskibraka Nasional 2026.
"Tentunya juga butuh proses panjang mulai dari tingkat seleksi kabupaten, provinsi dan akhirnya sampai tingkat pusat," kata Ismi.
Ismi mengaku sempat grogi ketika harus tampil di hadapan Presiden. Namun, rasa gugup itu terbayar setelah seluruh rangkaian tugas berhasil dilalui.
"Tentunya terharu karena sudah selesai menuntaskan tugas negara," imbuhnya.
Pengalaman tersebut menjadi penyemangat bagi Ismi untuk mengajak siswa Sekolah Rakyat lainnya terus mengejar prestasi.
"Tentunya teman-teman Sekolah Rakyat jangan pernah putus asa, jangan mudah menyerah, karena semua pasti ada jalannya," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: