Pantauan
Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL di depan Gedung UOB, massa tidak lagi didominasi oleh mahasiswa berjaket almamater, melainkan beralih ke barisan pengemudi ojek online (ojol) serta warga sipil berkaus hitam.
Di sisi terpisah, aparat kepolisian memutuskan untuk tetap membuka arus lalu lintas di kawasan Bundaran HI. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpantau masih dapat melintas walau separuh badan jalan sudah "dimakan" oleh kerumunan massa.
Uniknya, setiap kendaraan yang hendak melintas menuju Jalan Jenderal Sudirman diwajibkan menyalakan klakson oleh massa sebagai "tiket" lewat.
"Klakson Pak, klakson!" teriak salah seorang ojol berjaket hijau di lokasi.
Aparat TNI tampak berjaga ketat mengawal massa yang menumpuk di bagian tengah jalan, tepatnya di jalur Busway.
Suasana riuh terjadi saat ratusan kendaraan saling bersahutan membunyikan klakson. Bunyi dengung ini sontak menyita perhatian para pekerja kantoran di kawasan Sudirman yang tengah berjalan kaki untuk pulang.
Ketegangan pecah ketika para pekerja tiba-tiba berlarian. Pemicunya, sebuah mobil jenis
blind van dicegat dan diteriaki secara histeris oleh massa.
"Woii klakson, woi! Polisi... Polisi...!" teriak massa bersahutan.
Redaksi memantau langsung aksi provokatif sejumlah oknum yang membawa cat semprot (pilox). Mereka langsung menyasar mobil yang tengah melaju pelan tersebut.
Meski tulisan di bodi mobil tidak terlihat jelas, belakangan diketahui bahwa
blind van tersebut merupakan Mobil Logistik Polisi. Tak hanya dicorat-coret, aksi anarkis sempat berlanjut saat beberapa oknum melemparkan botol air mineral ke arah kaca mobil.
Beruntung, situasi panas itu tidak berbuntut panjang. Sejumlah massa aksi lainnya yang masih berkepala dingin langsung sigap menenangkan keadaan, hingga akhirnya Mobil Logistik Polisi tersebut berhasil lolos dari kepungan massa.
BERITA TERKAIT: