Hal ini disampaikan Direktur Administrasi Lembaga Pers Mahasiswa Islam PB HMI Niswatus Shabrina dalam sarasehan bertajuk 'Solidaritas Nasional Untuk Indonesia Tangguh' yang digelar Spektrum Literasi Demokrasi (SLD) di Jakarta, Jumat 26 Juni 2026.
"Hari ini, aspirasi ini bisa melalui banyak metode. Kanal sosial media yang berupa konten juga bentuk aspirasi," kata Shabrina.
Maka itu, menurut Shabrina, pers sebagai bagian dari pilar demokrasi, harus menjadi ruang edukasi bagi publik.
Ia menganggap, tuntutan publik hari ini adalah persoalan tata kelola pemerintahan yang di rasa masih jadi pekerjaan rumah.
Namun ternyata, dalam pergerakan tersebut muncul isu lain yang kemudian diamplifikasi oleh media-media demi menarik pembaca (viewers).
"Jadi bukan lagi dalam konteks penyedia informasi bagi publik," kata Shabrina.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: