Salah satu langkah konkretnya, meresmikan Kedai Komunitas Anggota Driver Online (KANDO) Presisi di Desa Kota Baru Selatan, Kecamatan Martapura, Selasa, 31 Maret 2026.
Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, menegaskan kedai tersebut bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang komunikasi antara polisi dan driver ojol dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Komunitas itu kesatuan pemikiran dan komitmen. Melalui KANDO, kami ingin menyatukan persepsi antara ojol dan Polri untuk membangun kebersamaan,” tegas Adik dikutip
Kantor Berita RMOLSumsel.
Didampingi Kasat Lantas AKP Panca Mega Surya, Kapolres menekankan peran strategis ojol sebagai mitra kepolisian. Selain menjadi pengguna jalan, mereka juga dinilai memiliki mobilitas tinggi yang bisa membantu menyampaikan pesan-pesan kamtibmas ke masyarakat.
“Ojol diharapkan jadi contoh tertib berlalu lintas dan ikut membantu tugas kepolisian di lapangan,” ujarnya.
Lebih jauh, KANDO Presisi juga diproyeksikan sebagai ruang publik yang membuka akses komunikasi dua arah. Polisi tidak hanya memberi imbauan, tetapi juga mendengar langsung keluhan masyarakat melalui komunitas ojol.
“Kami ingin ada feedback. Apa yang menjadi keluhan masyarakat bisa langsung kami dengar dan ditindaklanjuti,” pungkas Kapolres.
Perwakilan driver ojol, Remi Sanjaya, menyambut positif langkah tersebut. Ia berharap kolaborasi antara ojol dan kepolisian semakin kuat ke depan.
“Semoga kami bisa terus bersinergi dengan Polres OKU Timur,” tandas Remi.
BERITA TERKAIT: