Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Polisi Pastikan Tidak Ada Keterlibatan Warga Sipil di Kasus Teror Air Keras

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/bonfilio-mahendra-1'>BONFILIO MAHENDRA</a>
LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA
  • Rabu, 01 April 2026, 03:25 WIB
Polisi Pastikan Tidak Ada Keterlibatan Warga Sipil di Kasus Teror Air Keras
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Jakarta pada Selasa, 31 Maret 2026. (Foto: YouTube TV Parlemen)
rmol news logo Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya tidak menemukan keterlibatan warga sipil di kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Hal itu disampaikan oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Jakarta pada Selasa, 31 Maret 2026.

Awalnya, Iman menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan pelimpahan berkas ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

"Sudah kami sampaikan proses penyerahan kepada Puspom, sudah kami lakukan dan sampai dengan proses penyerahan, kami belum menemukan adanya keterlibatan dari warga sipil," kata Iman.

Sebagaimana diketahui, sejauh ini ada empat orang anggota TNI yang diduga jadi pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Keempatnya bertugas di satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang berasal dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Namun, dari sisi Polda Metro Jaya mengungkap dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus adalah BHC dan MAK, serta kemungkinan terduga pelaku lebih dari dua orang.rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA