Menurut Sigit, sosok Try Sutrisno memiliki banyak jasa untuk bangsa dan negara serta menjadi panutan bagi institusi Polri.
“Turut berdukacita atas wafatnya almarhum Wapres RI ke-6, almarhum Bapak Try Sutrisno. Semoga almarhum husnul khotimah dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Sigit dalam keterangan kepada wartawan.
Secara khusus, Sigit mengenang jasa dan teladan Try baik saat berdinas di TNI maupun saat menjabat sebagai Wakil Presiden.
“Selamat jalan Bapak Almarhum Try Sutrisno. Selamat jalan pahlawan bangsa, kita akan selalu mengenang seluruh teladan dan jasa baik beliau,” tambah Sigit.
Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin pagi, 2 Maret 2026, pukul 07.00 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Informasi wafatnya Jenderal TNI (Purn) tersebut disampaikan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), di mana semasa hidupnya Try juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP RI.
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno merupakan purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat tahun 1959.
Dalam karier militernya, Try pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (1986-1988) dan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) (1988-1993).
Puncak karier politiknya adalah ketika dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden RI ke-6 mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993-1998.
Kepergian Try Sutrisno menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, mengingat kontribusinya dalam dunia militer dan pemerintahan selama puluhan tahun.
BERITA TERKAIT: