Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Kisah 41 Penerjun Kibarkan Bendera di HUT Bhayangkara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Rabu, 06 Juli 2022, 13:19 WIB
Kisah 41 Penerjun Kibarkan Bendera di HUT Bhayangkara
Aksi terjung payung di rangkaian HUT Bhayangkara ke 76/Repro
rmol news logo Puncak hari ulang tahun (HUT) ke-76 Bhayangkara digelar di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Selasa kemarin (5/7) berlangsung meriah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak sebagai inspektur upacara dalam acara ini.

Ada yang menarik dalam rangkaian HUT ke-76 Bhayangkara tahun. Acara dimeriahkan dengan aksi terjun payung oleh 41 anggota gabungan TNI-Polri.

Tim penerjun dipimpin oleh Wakil Komandan Pasukan Pelopor Korps Brimob Kombes Almas Kolopaking. Puluhan penerjun tersebut berasal dari anggota Brimob Polri, Kopassus, Denjaka, serta Kopasgat.

Rombongan penerjun TNI-Polri ini berangkat dari Lanumad Ahmad Yani, Semarang. Mereka diangkut menggunakan Pesawat CN 295 milik TNI AU. Pesawat tersebut dipiloti oleh Kapten Penerbang Jati dan Co-pilot adalah Lettu Penerbang Jones dan Letda Penerbang Andre.

"Ini adalah bentuk sinergitas antara kedua instansi yang tidak hanya di darat tapi juga di udara," kata moderator dalam video yang dia tayangkan di kanal Youtube Kantor Sekretariat Presiden.

Dari video itu, para penerjun bergantian keluar dari pesawat yang terbang di ketinggian 10 ribu kaki.

Terlihat tiga orang lebih dahulu keluar, dua di antaranya berseragam Polri. Setelah itu personel lainnya mengikuti. Mereka membentuk beberapa formasi sembari membentangkan lambang Polri serta HUT ke-76 Bhayangkara di udara.

Kemudian giliran Almas Kolopaking keluar dari pesawat. Ia melompat bersama seorang regu penerbang lainnya. Mengenakan seragam Polri, Almas turut mengibarkan sebuah bendera berwarna hitam. Di bendera itu tertera logo dengan nomor 92 dengan bingkai perisai.

Tertulis juga Dirgahayu dan 30 tahun mengabdi. Kebetulan momen HUT Bhayangkara tahun ini bertepatan dengan pengabdian 30 tahun AKABRI 92 dan Almas merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1992. 41 penerjun semuanya mendarat dengan sempurna di Lapangan Bhayangkara.

Almas mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam HUT ke-76 Bhayangkara.

"Menjadi kebanggaan tersendiri dapat berpartisipasi dalam HUT ke-76 Bhayangkara," katanya.

Selain 41 penerjun, juga ada parade helikopter milik Polri yang membentuk formasi diamond.

Formasi diamond ini mempunyai makna kekuatan kesetiaan dan keseimbangan. Setelah itu diisi oleh tarian nusantara yang mewakili seluruh daerah di Indonesia yang diikuti oleh ribuan penari.

Dalam acara ini, Jokowi juga memotong tumpeng yang ditempat di mobil yang dihiasi seperti kapal seperti semangat pasukan Bhayangkara di era Patih Gajah Mada.

Tumpeng tersebut dipotong oleh Presiden Joko Widodo dan diserahkan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.rmol news logo article
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA