Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Elvis Presley, Si Raja Rock and Roll yang Setia Penuhi Tugas Wajib Militer

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 20 Desember 2021, 06:06 WIB
rmol news logo Gelar Raja Rock and Roll yang disandangnya tidak membuatnya melupakan kewajiban sebagai pemuda yang harus siap membela negerinya. Kelahiran Tupelo, Mississippi, yang memulai karirnya di usia 19 tahun ini menyatakan siap menerima panggilan wajib militer di saat namanya tengah melambung di dunia hiburan.

Pada hari ini di tahun 1957, saat menghabiskan liburan Natal di Graceland, mansion Tennessee yang baru dibelinya, penyanyi papan atas Elvis Presley menerima surat pemanggilan wajib militernya untuk Angkatan Darat Amerika Serikat. Elvis sempat terkejut ketika mengetahui dia harus menjalani wajib militer dengan masa jabatan dua tahun penuh dengan tentara di luar negeri.

Pihak Elvis sebenarnya sudah diberi tahu sejak 16 Desember bahwa surat pemanggilan wajib militernya akan segera tiba.

Berita itu kemudian menyebar dengan cepat dan membuat para penggemar Elvis marah. Kebanyakan mereka tidak rela penyanyi kesayangannya 'lenyap' dari  panggung hiburan walau hanya dua tahun saja.

Elvis yang kemudian menyatakan siap dengan tugas itu justru harus mengikuti saran dari  produsernya agar ia menyelesaikan dulu produksi film yang telah berjalan, 'King Creole'.

Tahun 1957 adalah masa keemasan seorang Elvis Presley. Dia sudah memiliki singel megahit seperti 'Heartbreak Hotel', 'Love Me Tender', dan 'Jailhouse Rock', serta tiga film sukses dan tanggal konser yang membawanya dari Kanada ke Hawaii.

Pemanggilan wajib militer menjadi dilema bagi manajeman Elvis.

Terlepas dari statusnya sebagai Raja Rock and Roll, Elvis dengan senang hati mengesampingkan mahkota itu dan dengan patuh ia akan berbaris untuk mengambil perannya di ketentaraan. Dalam sebuah wawancara dengan media, Elvis berkata, “Ini adalah tugas yang harus saya penuhi dan saya akan melakukannya.”

Namun, sementara Elvis sangat ingin memulai waktunya di ketentaraan, dia juga harus terlebih dahulu memikirkan kewajiban profesionalnya.

Akhirnya Pada 24 Desember 1957, dengan masukan dari banyak pihak, Elvis pun meminta penundaan untuk wajib militernya. Alasannya yang diutarakannya  benar-benar penuh empati, bahwa dia tidak ingin para pembuat film "kehilangan begitu banyak uang dengan semua yang telah mereka lakukan sejauh ini," seperti dikutip dari situs resmi Graceland.

Selain menyelesaikan film King Creole, yang disebutnya sebagai film favoritnya dari 31 film yang ia buat, ia juga merekam beberapa lagu.

Usai memenuhi kewajibannya, pada Maret 1857 Elvis pulang ke kampung halamannya dan menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya sebelum wajib militernya dimulai.

Hari-hari itu dia terlihat gugup meskipun ia banyak melalukan aktivitas bersama keluarga dan teman-teman, sampai-sampai dia tidak bisa tidur.

Pada 24 Maret 1958, Presley memulai hari barunya; sebagai tentara. Ia mengenakan kemeja biru, celana panjang hitam, jaket abu-abu dan sepatu bot hitam dan melapor ke kantor dewan perekrutan dengan diantar oleh keluarganya.

Elvis disumpah pada hari itu juga dan harus melalui pelatihan dasar selama enam bulan sebelum bergabung dengan Kompi D dari Batalyon Tank ke-32.

Yang menarik adalah saat Elvis harus memangkas rambutnya sesuai dengan aturan ketentaraan. Mahkota yang menjadi ciri khas Raja Rock and Roll itu harus musnah. Para repoter dan fotografer tidak mau melewatkan saat-saat rambut sang superstar jatuh ke lantai.

"(model) rambut hari ini, akan hilang besok," kata Elvis tertawa.

Elvis kemudian berlayar ke Eropa dan menghabiskan delapan belas bulan di Friedberg, Jerman, sebagai tentara AS. Meski ia pernah mengatakan kehidupan tentara sangat sulit, nyatanya ia dipromosikan ke pangkat Sersan dan menjadi populer di antara sesama prajurit.

Selama Elvis menjalani tugasnya, manajer musiknya terus merilis single Elvis. Ini membuat uang terus mengalir dan nama Presley tetap segar di benak publik.

Selama bertugas di Jerman, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Priscilla yang akhirnya ia nikahi pada tahun 1967. Sekembalinya ke Amerika, ia langsung menjadi pahlawan nasional. Para pemimpin pemerintah dan militer menggunakannya sebagai simbol keberanian bagi para pemuda yang harus memenuhi wajib militer. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA