Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Tingkatkan Layanan Kepada Masyarakat, Polres Magelang Luncurkan Program QRIS Cashles

Kapolda Jateng, Irjen Ahmad Lutfhi, saat Launching Program QRIS Cashles Polres Magelang/Ist

Sebuah inovasi terkait pelayanan kepada masyarakat secara prima diluncurkan Polres Magelang melalui kegiatan QRIS Cashless dan SKCK Door to Door.

Program QRIS Cashless Polres Magelang diluncurkan langsung Kapolda Jateng, Irjen Ahmad Lutfhi, pada Kamis (25/2).

"Sebenarnya ini sebagai program ke-6 Kapolri, bahwa Polri memberikan pelayanan yang mudah dan cepat dengan menggunakan teknologi informasi,  di antaranya perpanjangan SIM, SKCK, dan sebagainya," terang Kapolda, dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Sesuai namanya, ;ayanan ini tidak menggunakan transaksi tunai, melainkan menggunakan barcode dengan aplikasi yang digunakan institusi Polri terkait.

Layanan ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya pungli dan meminimalkan kerumunan dalam situasi pandemi saat ini.

Kapolres Magelang AKBP Ronald A. Purba mengatakan, pihaknya terus berupa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dari WBK menuju WBBM. Salah satunya dengan pelayanan SKCK door to door.

"Program ini merupakan terobosan kreatif di mana kita bisa tetap produktif tapi tetap aman dari Covid," ujar Kapolres.

Gambaran singkat pelayanan SKCK door to door ini adalah diawali dengan masyarakat menghubungi nomer hotline saat membutuhkan pembuatan SKCK.

Warga atau Pemohon sebelumnya sudah harus menyiapkan fotocopy KTP, KK, dan pas photo 4X6 dengan backgound merah sebanyak 4 lembar.

Kemudian Petugas SKCK bersama Ident datang ke rumah warga dengan membawa blangko biodata pemohon yang harus disi.

Setelah blangko diisi pemohon dan sudah melaksankan sidik jari maka proses selesai. Kemudian blangko dibawa ke Polres Magelang untuk dilakukan pencetakan SKCK, selanjutnya akan diantar ke rumah pemohon dan pemohon bayar Rp 30 ribu sesuai PNBP.

"Pelayanan SKCK Door to door diprioritaskan bagi Difabel, kelompok rentan, dan pemohon yang apabila memerlukan SKCK misalnya terjadi bencana," jelas Kapolres.

Kapolres juga menerangkan, dalam pelaksanaanya apabila akan membuat bersama-sama misalnya ada pilkades yang memerlukan SKCK maka petugas SKCK dapat hadir di Kelurahan/Kecamatan secara kolektif jemput bola.

"Ini merupakan terobosan kreatif untuk memberi pelayanan masyarakat, mudah-mudahan bisa berkembang ke tempat lain," tutup Kapolres.
EDITOR: AGUS DWI

Artikel Lainnya

Polrestabes Bandung Terus Matangkan Strategi Bersama Forkopimda Terkait Larangan Mudik

Polrestabes Bandung Terus Mata..

Rabu, 21 April 2021
Larangan Mudik, Kapolri: Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Larangan Mudik, Kapolri: Kesel..

Rabu, 21 April 2021
Komandan Tiga Tersangka Pembunuh Laskar FPI Aman

Komandan Tiga Tersangka Pembun..

Rabu, 21 April 2021
Polri Jelaskan Alasan Mudik 2021 Dilarang

Polri Jelaskan Alasan Mudik 20..

Rabu, 21 April 2021
Polisi Temukan Pidana Dalam Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan

Polisi Temukan Pidana Dalam Ke..

Rabu, 21 April 2021
Polri Harap Red Notice Jozeph Paul Zhang Segera Terbit

Polri Harap Red Notice Jozeph ..

Rabu, 21 April 2021
Larangan Mudik, Polres Cirebon Akan Perketat Empat Jalur Ini

Larangan Mudik, Polres Cirebon..

Selasa, 20 April 2021
Polri Pastikan Jozeph Paul Zhang Tak Bisa Lari Dari Jerat Hukum Indonesia

Polri Pastikan Jozeph Paul Zha..

Selasa, 20 April 2021
Kepolisian Negara Republik Indonesia