Januari Hitam Di Tanah Azerbaijan

Tentara Soviet di Kota Baku saat peristiwa pembantaian Januari 1990/Net

Sabtu yang kelam di bulan Januari 31 tahun yang lalu. Azerbaijan yang terengah dalam upaya mempertahankan kedaulatannya harus berhadapan dengan kekejaman tentara Soviet yang menyerang  kota-kota besar di negara itu dan membunuh ratusan warga dalam peristiwa yang disebut sebagai Januari Hitam.

Catatan kelam itu tidak akan pernah terlupakan. Qara Yanvar dalam bahasa Azerbaijan atau Pembantaian Januari, terjadi pada 20 Januari 1990, di sebuah Sabtu pagi yang mendadak hingar oleh suara tank, senapan, jeritan minta tolong, dan keriuhan yang sangat mengerikan, ketika 26.000 tentara Soviet menyerang beberapa kota secara brutal.

Baku di dini hari itu menyajikan pemandangan yang mengerikan, jalanan berlumuran darah, alun-alun kota yang berantakan, sisa-sisa mayat, mobil yang hancur, rumah-rumah yang penuh peluru dan aspal.

Itu adalah guncangan yang tragis bagi rakyat Azerbaijan, seperti dilaporkan dalam catatan sejarah, dikutip dari Jerusallem Post.

Sebanyak 147 warga sipil meninggal dunia sementara 800 orang lainnya mengalami luka-luka, dan lima dinyatakan hilang. Penyerangan terjadi di mana-mana, tidak hanya di Kota Baku.

Bagi Soviet, serbuan dan penyerangan terhadap penduduk sipil hari itu telah sesuai dengan keadaan darurat selama pembubaran Uni Soviet. Sementara bagi Azerbaijan, itu adalah air mata darah.

Sekretaris Jenderal Partai Komunis Soviet Mikhail Gorbachev dan Menteri Pertahanan Dmitry Yazov menegaskan bahwa undang-undang militer diperlukan untuk menggagalkan upaya gerakan kemerdekaan Azerbaijan yang akan menggulingkan pemerintah Azerbaijan Soviet.

Selain ingin membebaskan diri dari Uni Soviet yang nyaris runtuh, agresi ini juga dipicu oleh perselisihan atas kepemilikan wilayah dengan Armenia yang membuat sekitar 300 ribu orang Azerbaijan terusir dari tanah mereka pada 1988.

Intervensi militer tersebut, bagi Azerbaijan, merupakan yang paling mengerikan dibandingkan beberapa operasi pasukan Tentara Soviet lainnya, seperti di Almaty pada 1986, di Tbilisi pada 1989, serta di Vilnius pada 1991.

Satu tahun selepas peristiwa berdarah itu, Azerbaijan mengumumkan kemerdekaannya dari Uni Soviet setelah 70 tahun berada di bawah penindasan, disusul dengan runtuhnya Uni Soviet di tahun yang sama.

Meski itu adalah peristiwa kelam, tanggal  20 Januari 1990 menjadi lembaran sejarah kepahlawanan dalam  perjuangan kemerdekaan dan keutuhan wilayah Azerbaijan.

Putra-putri Azerbaijan tewas pada tanggal 20 Januari 1990 saat mempertahankan kemerdekaan negara mereka.
EDITOR: RENI ERINA

Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Jaket Berlumur Darah Berujung Supersemar
Histoire

Jaket Berlumur Darah Berujun..

07 Maret 2021 01:19
Gerakan Tandingan Barisan Soekarno
Histoire

Gerakan Tandingan Barisan So..

07 Maret 2021 00:01
Petisi Amanat Penderitaan Rakyat
Histoire

Petisi Amanat Penderitaan Ra..

06 Maret 2021 21:23
Tiga Tuntutan Yang Tumbangkan Orde Lama
Histoire

Tiga Tuntutan Yang Tumbangka..

06 Maret 2021 19:36
Serangan Umum 1 Maret 1940:  Pendudukan Yogyakarta Selama 6 Jam Oleh Pasukan Tentara Indonesia
Histoire

Serangan Umum 1 Maret 1940: ..

01 Maret 2021 06:26
Riwayat Teluk Guantanamo, Dipinjam AS Dari Kuba Sejak 1903 Dan Dijadikan Penjara
Histoire

Riwayat Teluk Guantanamo, Di..

23 Februari 2021 06:14
Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy: Patriot Penyelesai Masalah
Histoire

Marsekal Muda TNI (Purn) Ted..

22 Februari 2021 17:20
Bencana Besar Bioskop Turin 1983, Puluhan Orang Tewas Terjebak Dan Terbakar
Histoire

Bencana Besar Bioskop Turin ..

13 Februari 2021 06:37