Pilpres 2019 Dan Pelajaran Bagi Politisi Muda

Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Net

Geliat Pilpres 2019 cukup menguras tenaga negeri ini. Kehadiran kandidat yang hanya terdiri dari 2 pasangan calon menjadi penyebabnya.

Polarisasi terjadi di hampir seluruh aspek kehidupan bangsa. Semua seolah harus tegas berada di kubu mana, Jokowi-Maruf atau Prabowo-Sandi.

Bahkan istilah cebong dan kampret sempat mencuat. Cebong bagi pendukung pasangan 01 dan kampret untuk sebutan pendukung lawan.

Yang menarik perhatian adalah munculnya para politisi muda dalam geliat pilpres. Mereka seolah menjadi garda depan tim sukses untuk menggaet pemilih milenial.

Beragam pendapat diutarakan untuk memastikan bahwa calon yang mereka dukung adalah yang terbaik. Sementara semua ide dari pasangan lawan sudah pasti dianggap tidak brilian dan dihakimi tidak akan sukses.

Saking menggebunya, tak jarang cemoohan kerap turut ditiup. Baik saat live di acara debat televisi, maupun ditulis di akun media sosial mereka masing-masing.

Kini, Pilpres 2019 sudah usai. Jokowi-Maruf pemenang dan pemerintahan telah berjalan setahun lamanya.

Di awal pemerintahan, Presiden Joko Widodo langsung memasukkan nama Prabowo Subianto yang menjadi rival saat pilpres ke dalam kabinet. Jabatan sebagai menteri pertahanan diberikan kepada ketua umum Partai Gerindra.

Penunjukan itu sempat membuat publik kaget. Namun kemudian dapat dipahami sebagai upaya rekonsiliasi untuk meredam agar polarisasi tidak semakin menguat.

Namun setahun berselang, Jokowi kembali membuat kejutan. Nama Sandiaga Uno yang menjadi pasangan Prabowo di pilpres turut dimasukkan dalam kabinet. Sandi menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Masuknya Sandi tentu membuat publik semakin terkaget-kaget. Sebab ujung dari pilpres ternyata Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang jadi rival justru menjadi bawahan Jokowi.

Lalu bagaimana nasib pendukung yang menggebu-gebu bahkan mati-matian di pilpres? Termasuk bagaimana dengan politisi muda yang kadung melontarkan kata-kata yang “menjelek-jelekan” keempat orang tersebut.

Kekecewaan tentu menjadi hal yang pertama yang dirasakan. Setelah itu penyesalan. Menyesal lantaran di era digital ini setiap kalimat yang disampaikan akan abadi terekam.

Di mana nantinya rekaman tersebut akan menjadi senjata bagi lawan-lawan politiknya di kemudian hari. Mereka akan ditembak, mulai dari tudingan mencla-mencle, terlalu berlebihan, hingga ketidakmampuan menjaga idealisme tokoh yang didukung.

Hal yang harus dicatat adalah berhati-hati dalam berkata penting untuk dijaga. Jangan sampai pernyataan yang keluar menyerang pribadi orang. Lebih objektif, kritik diarahkan kepada program yang diusung.

Sebab dalam politik, setiap orang pasti bisa berubah haluan kapanpun. Ini lantaran yang abadi dalam politik adalah kepentingan.

Sementara program yang diusung siapapun akan selalu bisa diperdebatkan. Terpenting kritik tersebut rasional dan berbasis data yang akurat.

Komentar


Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Semua Skenario Berubah Jika Prabowo Dan Jokowi Dorong Anies Baswedan
Suluh

Semua Skenario Berubah Jika ..

17 April 2021 10:31
Vaksin Nusantara, Antara Nasionalisme dan Uji Klinik
Suluh

Vaksin Nusantara, Antara Nas..

15 April 2021 23:41
Kemenristek Memikul Masa Depan Bangsa, Tapi Pasukannya Tak Bersenjata Lengkap
Suluh

Kemenristek Memikul Masa Dep..

12 April 2021 09:46
Ngotot Ketum Demokrat, Moeldoko Sudah Berani Lawan Jokowi?
Suluh

Ngotot Ketum Demokrat, Moeld..

08 April 2021 19:35
Capres Istana Non PDIP, Jokowi Berpeluang Dorong Orang Dekat, Ini Daftarnya
Suluh

Capres Istana Non PDIP, Joko..

06 April 2021 17:47
Jangan Sampai Moeldoko Yang Makan Nangka, Jokowi Yang Kena Getahnya
Suluh

Jangan Sampai Moeldoko Yang ..

02 April 2021 18:23
Awas Serangan Balik, Jangan Terburu-Buru Buka Sekolah Tatap Muka
Suluh

Awas Serangan Balik, Jangan ..

02 April 2021 14:26
Jalan Moeldoko Menuju 2024 Buntu
Suluh

Jalan Moeldoko Menuju 2024 B..

01 April 2021 01:22