Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Penghina Profesi Guru Di Medsos Diamankan Polres Garut

Pengunggah yang diduga menghina profesi guru, Dede Iskandar saat diamankan si Mapolres Garut/Ist

Kasus penghinaan guru di media sosial Facebook dengan akun Dede Iskandar berbuntut laporan kepolisian yang diadukan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut.

Bahkan saat ini pelaku sudah diamankan Polres Garut.

“Kemarin juga saksi sudah melakukan BAP. Sudah ada lima orang yang diperiksa polisi terkait kasus itu,” kata Ketua PGRI Kabupaten Garut, Mahdar Suhendar dilansir Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (29/7).

Secara pribadi dan lembaga, Mahdar menyesalkan adanya pernyataan yang dianggap menghina profesi guru itu oleh seorang warga Kabupaten Garut.

Padahal selama pandemik Covid-19, para guru tetap bekerja, meski proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara daring. Bahkan menurutnya, sejumlah guru kesulitan dengan kebijakan yang saat ini deberlakukan.

“Misalnya banyak guru di pelosok yang tak ada sinyal, orang tua juga banyak yang tak punya HP. Akhirnya ada guru datang ke rumah anak memberikan materi. Kami tidak diam, tapi tetap bekerja,” katanya.

Menurut dia, tugas para guru tetap melakukan proses, mengikuti aturan yang berlaku. Dikarenakan tidak ada proses tatap muka di kelas, maka KBM dilakukan secara daring.

“Jadi kami taat akan aturan pemerintah, sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 tak ke peserta didik,” jelasnya.

Dalam unggahan yang ditulis Dede Iskadar, disebutkan bahwa guru menerima gaji buta selama pandemik Covid-19, sehingga guru seharusnya tak diberi gaji apalagi sekolah diliburkan selama pandemik Covid-19.

Pernyataan itu kemudian memancing reaksi dari para guru di Kabupaten Garut. PGRI kemudian mengundang perwakilan guru dari setiap kecamatan di Kabupaten Garut untuk melakukan mediasi dengan yang bersangkutan pada Selasa (28/7).

Namun mediasi itu tak membuahkan hasil. Akhirnya, pembuat status itu dibawa polisi ke Polres Garut.

Plh Kassubag Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat mengatakan, polisi melakukan pengamanan kegiatan klarifikasi dan permohonan maaf dari pemilik akun Facebook yang dianggap menghina profesi guru.

“Aparat kepolisan mengamankan pemilik akun Facebook tersebut keluar dari gedung PGRI dan langsung dibawa ke Mapolres Garut untuk dimintai keterangan sebagai langkah awal dalam penanganan proses hukum,” katanya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Artikel Lainnya

Jaga Kondusivitas, Polri Ajak Humas Pemerintah Kerjasama Konter Isu Negatif

Jaga Kondusivitas, Polri Ajak ..

Selasa, 20 Oktober 2020
Polri Benarkan Datangi Ahmad Yani Tadi Malam

Polri Benarkan Datangi Ahmad Y..

Selasa, 20 Oktober 2020
Demo Setahun Jokowi, 10.587 Personel Diturunkan Jaga Istana Hingga Mall

Demo Setahun Jokowi, 10.587 Pe..

Selasa, 20 Oktober 2020
Polri Imbau Pendemo Tak Bikin Rusuh Dan Waspadai Penyusup

Polri Imbau Pendemo Tak Bikin ..

Selasa, 20 Oktober 2020
Putus Penularan Covid-19, Ditlantas Polda Metro Maksimalkan Pelayanan Online

Putus Penularan Covid-19, Ditl..

Senin, 19 Oktober 2020
Cegah Demo Anarkis, Kapolres-Dandim Jakarta Barat Rembug Bareng RT-RW Amankan Wilayah

Cegah Demo Anarkis, Kapolres-D..

Senin, 19 Oktober 2020
Sambil Deklarasi Tolak Anarkis, Kapolda Jateng Ingatkan Pentingnya Literasi Media

Sambil Deklarasi Tolak Anarkis..

Senin, 19 Oktober 2020
Kapolda Metro Jaya Klaim Telah Kantongi Penggerak Pelajar Demo Di Jakarta

Kapolda Metro Jaya Klaim Telah..

Senin, 19 Oktober 2020
Kepolisian Negara Republik Indonesia