Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Bareskrim Gagalkan Peredaran Uang Palsu Rp 2,1 Miliar Dan 100 Ribu Dolar AS

Laporan: Idham Anhari | Selasa, 18 Februari 2020, 13:50 WIB

Bareskrim pamerkan barang bukti uang palsu yang berhasil diungkap/RMOL

Sub Direktorat IV Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri berhasil menggagalkan peredaran uang palsu sebanyak Rp 2,1 miliar dan 100 ribu dolar AS. Dalam pengungkapan ini, delapan orang tersangka berhasil ditangkap.

Kedelapan tersangka itu yakni NI (38), FT (41), SD alias Ferry (46), RS (35), CC (67), STR (54), RW (47), dan SY alias Yoko (42).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Daniel Tahi Monang menjelaskan, delapan orang pelaku berhasil diamankan di beberapa tempat. Sebab mereka berasal dari jaringan yang berbeda.

“Kita amankan di lima wilayah. Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, dan Jawa Tengah, total uang palsu rupiah yang diamankan sebesar Rp 2,1 miliar dan 100 ribu dolar AS,” jelas Daniel di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (18/2).

Daniel menambahkan, pihaknya selain mengungkap pemalsu rupiah juga membongkar peredaran uang asing berbentuk dolar AS. Namun, sambung Daniel, kualitas uang palsu yang diproduksi oleh para pelaku umumnya kurang bagus.

“Grade-nya jelek, karena dia hanya pakai kertas HVS 140 gram,” jelas Daniel.

Untuk jaringan pemalsu uang dolar, Daniel menjelaskan, pengungkapanya berawal ketika anggota Subdit IV Ditipeksus Bareskrim melakukan penyamaran dengan berpura-pura membeli uang dolar palsu dari tersangka NI.

Setelah memangkap tangan NI, kata Daniel, uang tersebut diketahui milik tersangka FT. Untuk sindikat ini, Bareskrim mengamankan uang palsu bentuk dolar sebanyak 100 ribu atau jika dirupiahkan sebanyak 1,3 miliar.

“Usai menangkap FT ia mengaku uang tersebut milik tersangka SY alias Yoyo,” imbuhnya.

Untuk sindikat pemalsu rupiah, bermula saat tim Opsnal Unit V Ditipideksus Bareskrim melakukan undercover buying dengan melakukan transaksi uang palsu di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Saat itu tim sepakat dengan pelaku bernama Ferry alias SD membeli upal 2 miliar dengan bayaran Rp 25 juta uang asli.

Lanjut Daniel, tim melakukan pengembangan dari hasil penangkapan tersangka Ferry, di wilayah Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Kemudian berhasil menangkap tersangka STR alias Sutrisno dengan barang bukti 5.000 lembar uang palsu pecahan 100 ribu. Hasil pengakuan Sutrisno upal tersebut milik RM.

“Modus operandi para tersangka mengedarkan uang palsu 1:3 atau 1:5 (satu uang asli ditukar lima uang palsu), selain itu tersangka juga mengiming-imingi korban bisa menggandakan uang,” jelas Daniel.

Kedelapan orang tersangka dikenakan pasal 244 KUHP dan atau pasal 245 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman penjara selama 15 tahun.
EDITOR: AGUS DWI

Artikel Lainnya

Akses Jakarta-Bekasi Di Kalimalang Masih Normal, Yang Ditutup Hanya Jalan Kampung

Akses Jakarta-Bekasi Di Kalima..

Minggu, 29 Maret 2020
Kapolda Perintahkan Anggota Latihan Penutupan Jalan Keluar Masuk Jakarta

Kapolda Perintahkan Anggota La..

Minggu, 29 Maret 2020
Minimalisir Penyebaran, Wakapolri Keluarkan Telegram Penyemprotan Disinfektan Serentak

Minimalisir Penyebaran, Wakapo..

Sabtu, 28 Maret 2020
Hati-hati, Kasus Hoax Virus Corona Juga Terus Bertambah

Hati-hati, Kasus Hoax Virus Co..

Jumat, 27 Maret 2020
Cegah Penyebaran Covid-19, Polda Jabar Siapkan Lorong Dekontaminasi

Cegah Penyebaran Covid-19, Pol..

Jumat, 27 Maret 2020
Polisi Tangkap Pencuri Masker Di RSUD Pagelaran Cianjur, Salah Satunya Oknum ASN

Polisi Tangkap Pencuri Masker ..

Jumat, 27 Maret 2020
24 Orang Calon Anggota Kompolnas Dinyatakan Lolos Seleksi Tulis Dan Assessmen

24 Orang Calon Anggota Kompoln..

Kamis, 26 Maret 2020
Satgas Aman Nusa II Polri Telah Lakukan Penyemprotan Disinfektan Di 3.000 Lokasi

Satgas Aman Nusa II Polri Tela..

Kamis, 26 Maret 2020
Kepolisian Negara Republik Indonesia