Mewujudkan Mimpi Emas Jokowi

Jokowi (kanan) saat disumpah di acara pelantikan presiden/Net

PRESIDEN Joko Widodo membuka pidato pelantikannya dengan sebuah mimpi: Indonesia maju pada 2045. Indikator kemajuan Indonesia yang dimimpikan itu, pertama pendapatan per kapita Rp 320 juta per tahun; kedua, PDB sebesar 7 triliun dolar AS; dan ketiga Indonesia masuk dalam kelompok G-5. Juga dimimpikan angka kemiskinan mendekati nol.

Tak ada salahnya bermimpi. Banyak hal besar diawali dengan mimpi.

Indonesia maju pun sudah dimimpikan berkali-kali. Sejak jaman penjajahan, dan berbuah kemerdekaan. Pemerintahan SBY di tahun 2007 juga merumuskan mimpi kemajuan Indonesia. Tahun yang dijadikan patokan adalah 2030, 15 tahun lebih awal dari mimpi yang disampaikan Jokowi barusan.

Dalam mimpi Indonesia maju 2030 di era SBY itu dibayangkan pendapatan per kapita rakyat Indonesia berlipat enam kali. Perusahaan-perusahaan Indonesia dibayangkan menjadi pemain papan atas dunia. Indonesia menjadi satu dari lima negara terkuat dunia.

Jadi, bermimpi itu biasa dan boleh-boleh saja.

Hal yang menentukan nilai sebuah mimpi adalah upaya mewujudkannya.

Terlepas dari kenyataan bahwa mimpi yang dibacakan Jokowi tadi adalah mimpi lama yang belum usang, setelah ini Jokowi perlu memperlihatkan pada rakyat keseriusannya mewujudkan mimpi itu.

Wajah tim ekonomi adalah ukuran paling sederhana, sekaligus yang paling menentukan.

Apabila wajah tim ekonomi yang diperlihatkan Jokowi adalah yang itu-itu saja, yang selama beberapa tahun belakangan ini menggunakan jurus pengetatan yang ditopang utang luar negeri, yang juga sempat diakui Jokowi gagal, maka tidak salah bila rakyat menyimpulkan mimpi dan upaya mewujudkan mimpi itu tidak nyambung.

Bagian penting berikutnya dalam pidato Jokowi itu adalah soal inovasi, soal terobosan. Ini bagus. Tentu kita semua sepakat hasil yang berbeda dan lebih baik hanya bisa dicapai dengan mempercayakan pekerjaan ekonomi pada tokoh yang memiliki kemampuan inovasi yang tinggi dan terbukti berhasil dengan sejumlah terobosan.

Wajah lama dan pendekatan lama di tengah lanskap ekonomi global yang semakin dinamis tidak membawa kita ke arah mimpi emas 2030 atau 2045.

Di sisi lain, bukan hanya Jokowi yang bermimpi. Prabowo yang dikalahkan Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu dan bersedia membantunya dalam pemerintahan baru juga bermimpi. Narasi mimpi Prabowo terdengar lebih sederhana: pertumbuhan ekonomi double digit dalam lima tahun.

Mimpi ini sudah disampaikan Prabowo dalam pertemuan terakhir dengan Jokowi beberapa hari lalu. Prabowo punya jalan keluar dan menawarkannya kepada Jokowi.

Mimpi Prabowo ini terasa lebih realistis, dan nyambung dengan mimpi emas 2045.

Formasi tim ekonomi yang ditawarkan Prabowo rasanya punya kemampuan mewujudkan pertumbuhan ekonomi double digit dalam lima tahun. Yang juga berarti punya kemampuan menyelamatkan Indonesia dari turbulensi ekonomi global yang diperkirakan tidak lama pagi.

Penulis adalah pakar politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Kolom Komentar


Video

Pesan Anies Baswedan Untuk ASN: Tetap Tangguh Meski TKD Berkurang

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Ruslan Buton Memang Hero Yang Tampak Sejak Masih Sersan
Publika

Ruslan Buton Memang Hero Yan..

31 Mei 2020 17:27
Memecat Presiden Itu Bukan Makar
Publika

Memecat Presiden Itu Bukan M..

31 Mei 2020 08:39
Covid-19 Dan Ujian Seorang Pemimpin
Publika

Covid-19 Dan Ujian Seorang P..

30 Mei 2020 16:15
Bersatu Lawan Covid-19: Utamakan Perlindungan Anak, Itu Amanat Konstitusi
Publika

Bersatu Lawan Covid-19: Utam..

29 Mei 2020 18:34
Status 'New Normal' Minus Legitimasi
Publika

Status 'New Normal' Minus Le..

29 Mei 2020 17:58
Pemidanaan Politik Yudi Syamhudi Suyuti Dan Ujian Demokrasi Di Indonesia
Publika

Pemidanaan Politik Yudi Syam..

29 Mei 2020 17:38
Taruhan Besar Presiden Jokowi
Publika

Taruhan Besar Presiden Jokow..

29 Mei 2020 09:34
“Istri Corona” Pak Mahfud
Publika

“Istri Corona” Pak Mahfu..

29 Mei 2020 07:54