Seorang Calon Menteri Mengundang Rapat

Minggu, 13 Oktober 2019, 21:38 WIB

Ilustrasi obat sirup/Net

PRESIDEN terpilih sedang sibuk menimbang-nimbang sejumlah nama yang kira-kira pantas untuk dipercaya menjadi menteri dalam kabinet pemerintahannya.

Seorang tokoh yang merasa dirinya masuk dalam bursa calon menteri, mendadak mengundang tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Rapat digelar malam hari, seusai shalat Maghrib, di kediaman sang calon menteri.

Calon Menteri: Terima kasih atas kehadiran Bapak sekalian.

Tetangga 1: Sama-sama Pak. Kami juga senang Bapak masih ingat kami walau sudah disebut-sebut akan menjadi menteri.

Tetangga 2: Kami tentu senang ada warga di lingkungan kita ini yang dipercaya pemimpin negeri menjadi menteri.

Tetangga 3: Bapak memang orang yang bijaksana dan rendah hati, masih mau menemui kami, rakyat kecil. Sungguh Bapak bisa diandalkan untuk menjadi penyambung lidah kami.

Calon Menteri: Ya, ya. Tapi rapat ini tidak ada hubungannya dengan urusan kabinet-kabinetan.

Tetangga 4: Jadi untuk apa kami dikumpulkan Pak?

Calon Menteri: Begini. Saya mengundang Bapak sekalian dalam rangka menyaksikan penutupan botol.

Tetangga 2: Maksud Bapak, bagaimana? Kami kurang mengerti…

Calon Menteri: Saya tidak mau salah. Tadi sore saya beli obat. Di botol obat ini ada petunjuk yang tertulis dengan cukup jelas, agar setelah dibuka, botol harus ditutup dengan rapat.

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Nikah | Puisi Hari Ini

Kamis, 23 Januari 2020
Video

Pelaku Pembunuhan Astrid di Tangkap

Kamis, 23 Januari 2020
Video

Sekjen PDI P Hasto Kristiyanto Diperiksa KPK

Jumat, 24 Januari 2020