Mobil Esemka

Minggu, 08 September 2019, 18:46 WIB
Oleh: Zeng Wei Jian

Esemka Bima/Net

SAYA bukan pendukung Jokowi. Sama sekali bukan. Saya tetap Pro Prabowo-Sandi. Sampai kapan pun.

Di polemik Mobil Esemka, medsos nyala dengan politik bunyi-bunyian. Gak mutu. Politics of hatred. Gimana caranya, mau tipu-tipu, mau assembling, yang penting ada mobil pick up harga murah. Belum tau kualitas mesinnya.

Minimal rakyat terkecil di desa-desa kemungkinan bisa cari duit dengan mobil semurah ini. Bisa buat angkut pasir, buah, palawija atau bebatuan puing.

Katanya Esemka dibanderol Rp 95 juta. Kompetitornya Suzuki Carry Pick Up seharga Rp 135-145 juta. Sedangkan Daihatsu Gran Max dijual dalam berbagai varian mulai dari Rp 132 jutaan hingga Rp 144 jutaan.

Bagi ekonomi lemah, diskrepansi harga seperti ini bukannya sangat berarti? Sama seperti dahulu masuknya "Komputer Jangkrik" defisit gaya dari Tiongkok. Kaum "The Haves" mencibir; "Dasar miskin. Ga sanggup beli Toshiba dan Apple."

Tapi kok ya saya dukung. Karena saya liat anak teman pemilik warteg jadi bisa belajar komputer. Ngga gaptek lagi. Selepas SMA dia ngga buta-buta amat soal window dan excel.

One day, semoga dia bisa beli PC Apple iMac MK482 seharga Rp 38 juta setelah kerja di perusahaan securitas bermodalkan skill komputer yang dia pelajari dengan "Komputer Jangkrik" murahan tadi.

Begitu pula dengan Esemka yang tengah dilecehkan dengan kata-kata sadis macam "Changan ada dusta di antara kita". Apakah mobil-mobil ini sama sekali tidak punya manfaat di mata mereka? 

Penulis adalah pemerhati politik Indonesia



Kolom Komentar


Video

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

Kamis, 19 September 2019
Video

Kata TB Ace Hasan Syadzily Soal Stok Kader Golkar

Sabtu, 21 September 2019
Video

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja

Sabtu, 21 September 2019