WAWANCARA

Perseteruan Yusril Dengan Rizieq Shihab Semakin Ramai Saja

Sabtu, 06 April 2019, 09:41 WIB

Rizieq Shihab/Net

Perseteruan antara Yusril Ihza Mahendra dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab semakin ramai.

Konflik tersebut diawali sebuah wawancara yang ditayangkan di kanal Youtube, diunggah pada 14 Februari 2019. Dalam wawancara terse­but, Yusril blak-blakan soal keputusan partainya mendukung Calon Presiden 01, Joko Widodo.

Dalam wawancara itu, Yusril menjawab pertanyaan soal kadar keislaman Jokowi dan Prabowo, hingga kemudian menyinggung soal komunikasi Yusril dengan Rizieq.

Menurut Yusril, saat berkomunikasi dengan dirinya, Rizieq mengatakan, sudah seharusnya calon wakil presiden bagi Prabowo berasal dari kalangan ulama, karena keislaman Prabowo kurang.

Rizieq pun membantah pernyataan Yusril, yang menyebut dirinya mengatakan, keislaman Prabowo kurang. Bantahan tersebut Rizieq sam­paikan melalui sebuah wawancara dengan Front TV, yang diunggah di YouTube pada Senin, 1 April 2019. Menurutnya, kalimat itu hanya be­rasal dari mulut Yusril, namun membawa-bawa namanya.

Terkait pernyataan Yusril yang mengaku kerap berkomunikasi dengan dirinya, Rizieq pun membantah. Melalui video tersebut, Rizieq men­gatakan, dirinya berkomunikasi dengan Yusril dua tahun lalu, dan hanya satu kali. Kontek­snya pun bukan tentang Prabowo. Komunikasi terjadi saat Yusril mengirimkan rekannya, untuk bertemu dengan Rizieq di Arab Saudi, guna menyampaikan pesannya.

Menyikapi hal itu, Partai Bulan Bintang (PBB) pun membuat pernyataan, Ketua Umum mere­ka, Yusril Ihza Mahendra tidak membuat kebo­hongan, soal pernyataan Rizieq yang meragu­kan keislaman Prabowo.

Ketua Bidang Pemenangan PBB Sukmo Har­sono, membeberkan bukti percakapan melalui aplikasi WhatsApp, antara Rizieq dengan Yusril, yang membahas soal pilihan ulama, setelah Prabowo tidak memilih cawapres hasil Ijtima Ulama pertama. Dalam percakapan itu dis­ebutkan, Rizieq menyebut keislaman Prabowo lemah.

Balasan PBB itu pun mendapat respon dari kubu pendukung Rizieq. Banyak dari mereka yang mempertanyakan keabsahan chat terse­but, lantaran Rizieq dikatakan tidak pernah berkomunikasi via WhatsApp. Selain itu, mereka juga mempertanyakan motif kubu Yusril melem­par percakapan tersebut, lantaran sebentar lagi waktunya pemilihan.

Lantas, kenapa Yusril membuka percakapan pribadinya dengan Rizieq tersebut? Apakah betul kubu Yusril bertujuan politis? Bagaimana pula pandangan kubu Rizieq? Berikut wawan­cara lengkapnya.

Yusril Ihza Mahendra: Yang Nulis Asistennya, Tapi Yang Dikte Rizieq

Dalam videonya Habib Rizieq menyatakan, Anda berbohong. Katanya, dia sudah lama tidak berkomunikasi dengan Anda...

Perhatikan tanggal dan jam ko­munikasi via WA antara saya dan Habib Rizieq. Komunikasi September 2018, itu belum dua tahun, lho. Nyata dalam video itu, Habib Rizieq berbo­hong. Yusril dan Habib tidak pernah komunikasi membahas Prabowo, seperti dikatakan Habib Rizieq, juga bohong.

Buktinya apa?
Perhatikan dalam WA yang sudah saya ungkap. Di situ Rizieq yang bilang, "PS lemah tentang Islam dan lingkarannya pun masih banyak yang Islamphobia". Apalagi, PS sudah terjebak dengan SBY, yang sedang propaganda melawan politik Islam, yang disebutnya sebagai Politik Integritas beraroma SARA dan set­erusnya. Itu tulisan Rizieq sendiri, dalam WA yang jejak digitalnya bisa dijadikan bukti, yang sangat sulit untuk dibantah.

Ada bukti rekaman juga?
Pembicaraan telepon antara saya dengan Rizieq memang tidak ada rekamannya, tetapi komunikasi via WA yang saya ungkapkan, telah cu­kup menunjukkan, Habib Rizieq yang menuding Yusril berbohong, ternyata dirinya yang berbohong.

Para pendukungnya meragukan isi chat itu...
Yang ngomong kan Habib Rizieq sendiri, bukan saya. Dia membantah omongannya yang saya kutip. Begitu chat WA-nya di-publish, pengikutnya malah ngeles macam-macam. Bilang itu bukan WA Rizieq-lah, seperti yang dikatakan Ustad Buchori Muslim.

Menurut Tim Pengacara Muslim, Rizieq tidak pernah berkomunikasi dengan chat, hanya via telepon...
Bantahan itu cara mereka ngeles saja. Rizieq kadang bicara dengan telepon, kadang dengan WA. Slamet Maarif pernah bilang, belum ada telepon, belum ada WA dari Rizieq. Baca saja apa yang dibilang sama Slamet Maarif soal WA, dalam berita Februari 2018 itu. Itu omongan bulan Februari 2018, jauh sebelum mereka ngeles-ngeles seperti belakangan ini.

Mungkin itu WA dari asisten Rizieq...
Bisa saja yang menulis WA itu asisten Rizieq, seperti mereka kata­kan. Tapi yang diktekan siapa. Rizieq sendiri kan. Kalau begitu, ya sama saja. Rizieq tidak bisa cuci tangan. Masak mau lempar tanggung jawab kepada anak buah.

Nanti ada alasan lain, misalnya Rizieq tak pernah punya HP android, jadi dia tak bisa WA kata anak buah­nya. Coba Anda lihat, benda apa itu namanya di atas meja di depan foto Rizieq. Nanti mereka bilang, itu foto palsu lagi. Ilmu ngelesnya tak habis-habis.

Rizieq sering komunikasi via WA dengan Anda?
WA-nya dengan saya cukup ban­yak, tapi yang saya keluarkan baru sedikit. Tidak akan saya keluarkan sekaligus.

Kesimpulan Anda, bantahan itu hanya upaya ngeles dari Rizieq dan para pendukungnya?
Iya.

Pendukung Rizieq mempertan­yakan motif Anda mengungkap chat itu dekat hari pemilihan...
Chat itu saya ungkapkan untuk membantah omongan Rizieq, di Front TV yang beredar minggu lalu. Tentu saja saya ungkap sekarang, karena omongan Rizieq itu kan baru saja keluar dan diviralkan. Kalau Rizieq tak bilang saya bohong berkali-kali di Front TV, ya tidak ada urgensinya chat itu saya ungkapkan. Dengan diungkapkan seperti itu, jadi keta­huan siapa yang bohong. Sekarang memang sudah dekat dengan pemili­han. Masalahnya, kenapa Rizieq baru ngomong di Front TV. Berarti Rizieq dong yang bikin masalah.

Benarkah Anda tak punya motif politik jelang Pemilu?
Saya itu hanya meluruskan saja. Saya hanya membantah omongan Rizieq yang viral, jelang pencoblo­san. Rizieq dan Front TV barangkali punya target politik, mau habisi saya dan PBB dengan siaran itu. Tetapi setelah kami counter, omongan Rizieq justru memojokkan Prabowo. Ya, itu salahnya Rizieq sendiri.

Demokrat juga tersinggung akibat penuturan Anda. Menurut Demokrat itu fitnah...
Lho, kok tersinggung dengan penu­turan saya. Saya kan tidak menuturkan apa-apa. Saya hanya ungkapkan WA-nya Rizieq yang ngomongin SBY, tanpa saya beri komentar apapun. Partai Demokrat harusnya berterima kasih, karena omongan Rizieq tentang SBY menjadi terungkap ke publik. Kalau Demokrat atau SBY, atau AHY mau tersinggung, ya tersinggungnya ke Rizieq dong. Salah alamat kalau tersinggung ke saya.

Munarman: Yusril Lakukan Aksi Politik Adu Domba

Bagaimana pandangan FPI menge­nai apa yang dibeberkan Yusril?

Baik, saya jawab. Dalam video wawancara, jelas Yusril menyatakan bahwa dia bisa telpon-telponan setiap saat dengan Habib Rizieq. Faktanya, telpon tersebut melalui pihak ketiga dan bukan dalam konteks pencapre­san. Dalam hal ini, Yusril berbohong dan sengaja mengaburkan informasi, seolah dia bisa setiap saat telpon-telponan dengan Habib.

Terbukti dari screenshoot yang Yusril sebar ke media, percakapan terkait capres dan cawapres tersebut melalui WA, bukan melalui telpon.

Siapa yang memulai pembicaraan mengenai Prabowo?
Dalam screenshoot percakapan yang Yusril nyatakan sebagai bukti, justru secara kronologis dan secara substansi, dia berusaha menggalang Habib untuk pindah dukungan.

Apalagi, Yusril yang pertama menyebut dan mengarahkan pembi­caraan tentang kualitas keislaman Prabowo-Sandi. Dengan demikian terbukti sendiri, bahwa Yusril-lah yang pertama-tama melakukan ghibah terhadap Prabowo-Sandi.

Apakah kasus ini ada kaitannya dengan Pilpres?
Posisi Yusril saat ini adalah pen­dukung paslon 01. Sayangnya, Yusril menggunakan cara-cara adu domba dan hasud dalam mencapai tujuan tersebut.

Perlu diketahui, Yusril pindah menjadi pendukung 01 karena tidak berhasil meminta jaminan kepada paslon 02 untuk memenangkan partainya melalui parliamentary threshold. Jadi, jelas motifnya da­lam berpindah dukungan. Mana ada hasil pemilu bisa diatur sebelum hari pencoblosan.

Dari sini saja, jelas sudah, pokok persoalan dan asal mula serta motif Yusril mengumbar cerita tentang kualitas keislaman paslon 02. Jelas, Yusril sedang melakukan aksi politik adu domba dan merusak barisan pen­dukung 02 dengan isu agama.

Urusannya selesai sampai di sini?
Sebentar lagi, dia juga akan meng­gunakan profesinya selaku advokat untuk memainkan isu politik, melalui cara-cara seolah menjadi lawyer dari pihak yang mendapatkan masalah hukum.

Anda menilai, Yusril melakukan kebohongan?
Jelas sudah, fitnah dan ghibah yang dilakukan Yusril terbukti melalui bukti yang dia sendiri ajukan. Kami, FPI hanya bisa berikan nasihat kepada Yusril untuk berhenti menggunakan politik machiaveli. Sebab, sayang dengan label Ketua Umum partai Islam yang diusungnya.

Sebelum PBB melabuhkan du­kungan ke Jokowi, hubungan Yusril dengan Habib Rizieq seperti apa?
Biasa saja hubungannya. Tidak ada yang istimewa.

Apakah Yusril kerap meminta nasihat ke Rizieq terkait partainya dan pribadinya?
Kalau hubungan tersebut, saya tidak tahu.

Yusril membeberkan percakapan WA antara dirinya dengan Rizieq membahas keislaman Prabowo. Benarkah Rizieq meragukan keis­laman Prabowo?
Bacalah dengan runut dan sistematis screenshoot tersebut, maka akan terli­hat siapa yang memulai mengarahkan pembicaraan dan mencoba untuk memengaruhi yang disebut WA Habib oleh Yusril.

Yusril memulai mengarahkan terkait keislaman Prabowo. Lalu, disam­but pernyataan yang sama dari Habib Rizieq tentang keislaman Prabowo, sebagaimana screenshoot WA Habib Rizieq dengan Yusril.

Apa artinya Habib Rizieq mem­benarkan penilaian Yusril tentang keislaman Prabowo?
Yang jelas, itu artinya Yusril men­coba memengaruhi dan menggalang Habib agar memiliki pandangan seperti dirinya.

Padahal keislaman Prabowo tidak seperti yang dipandang Yusril?

Saya tidak berkompeten menjudge keislaman orang lain.

Terkait ijtima ulama 2, benarkah terdapat dilema lantaran Prabowo tidak memilih ulama sebagai cawapresnya?
Tidak ada dilema. Kan di ijtima ulama 2 sudah diputuskan komitmen Prabowo dengan menandatangani pakta integritas yang disaksikan oleh ribuan ulama dari seluruh Indonesia.

Yang dibantah FPI itu tentang keislaman Prabowo, atau percaka­pan Yusril dengan Rizieq?
Yang dibantah adalah pernyataan Yusril, seolah ada pernyataan Habib Rizieq yang menyatakan keislaman Prabowo tidak jelas.

Kolom Komentar


loading