Demikian disampaikan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri di forum konsolidasi mahasiswa pascasarjana Indonesia bertajuk 'Bersinergi Menuju Kedaulatan Indonesia; Upaya Refleksi, Proyeksi, dan Resolusi Masalah Negara' di Gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (13/9).
"Kalau bicara SDM, kita harus pastikan bahwa SDM Indonesia berkualitas dan kompetitif. Tentunya, harus melampaui standar yang ada. Ini untuk memastikan tenaga kerja kita bisa bersaing bahkan memenangkan persaingan itu. Sebaliknya, jika kompetensi tenaga kerja Indonesia masih standar, itu akan meyulitkan tenaga kerja kita untuk terlibat dalam persaingan kerja, katanya
Meski demikian, Menaker mengajak masyarakat untuk melihat masa depan Indonesia dengan lebih optimis. Karena sedikit atau banyak harapan dan capaian pembangunan ketenagakerjaan harus tetap dijaga dan diapresiasi demi keberlangsungan pembangunan ketenagakerjaan yang lebih baik.
"Karena dengan menghargai capaian-capaian kecil ini kita bisa berpikir positif," ungkap Menaker.
Menaker menyayangkan persoalan ketenagakerjaan masih dianggap isu pinggiran. Hal ini yang menjadikan peningkatan kompetensi SDM masih mengalami kendala.
"Jadi kalau kita mulai transformasi ke SDM, masalah ini harus segera kita atasi karena kita juga akan menghadapi bonus demografi," katanya.
Kata Menaker, pelatihan vokasi menjadi terobosan untuk mengatasi persoalan angkatan kerja yang belum terserap pasar kerja. Jika pelatihan vokasi tidak memiliki kedudukan yang seimbang dengan pendidikan formal terutama dalam hal alokasi anggaran, maka pembangunan SDM dan pengangguran akan terus menjadi persoalan pembangunan ketenagakerjaan.
[wid]
BERITA TERKAIT: