Atas Nama Kemanusiaan, Indonesia Selalu Siap Bantu Fiji

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 07 Juni 2016, 12:39 WIB
Willem Rampangilei/net
rmol news logo . Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Fiji dalam penanggulangan bencana merupakan awal dari hubungan kerjasama di bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

"Pemerintah Indonesia selalu siap dalam mendukung Pemerintah Fiji, atas nama kemanusiaan," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei terkait MoU bidang penanggulangan bencana di Suva, Fiji, Senin sore waktu setempat (6/6).

Diketahui, sebagaimana disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, pemulihan dini pascabencana topan Winston yang melanda Fiji masih berlangsung hingga kini. Sejumlah 70 personel Zeni TNI AD masih menyelesaikan pembangunan kompleks sekolah Queen Victoria School (QVS) yang hancur pascabencana topan Winston.

QVS yang telah rampung sekitar 5 persen ini ditargetkan oleh personel TNI selesai pada Agustus tahun ini. Para personel tersebut akan merampungkan fasilitas penunjang sekolah seperti laboratorium, aula, serta asrama. Total bantuan pembangunan QVS mencapai empat miliar dolar AS.

Topan Winston yang berkecepatan 320 km/jam ini mengakibatkan lebih 40 orang meninggal dunia. Sekitar 350.000 atau 40 persen warga terdampak karena topan ini. Ribuan warga mengungsi di tempat-tempat evakuasi, seperti di wilayah Pulau Viti Levu dan Koro. Topan ini merupakan salah satu topan terbesar yang pernah melanda Fiji. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA