Hadir dalam acara penutupan itu Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Direktur Utama TMII Dr. AJ. Bambang Sutanto, Dewan Komisaris TMII, Wakil Bupati Bangli. Tokoh Masyarakat Aceh Abdullah Puteh dan istri, serta tamu undangan lainnya.
TMII, menurut Zulkifli, sejak berdiri 41 tahun lalu hingga sekarang telah memperkuat karakter bangsa Indonesia, dan telah memperkuat identitas bangsa Indonesia.
TMII yang digagas oleh Ibu Tin Soeharto sebagai mini Indonesia dan sekaligus jendela bagi bangsa Indonesia telah berbuat banyak. TMII adalah wahana pendidikan, wahana promosi, wahana dan pemersatu bangsa. "Kita mengapresiasi TMII, karena telah berbuat untuk bangsa ini," ujar Zulkifli.
TMII adalah contoh sebuah keberagamaan. Keberagaman di TMII, menurut Zulkifli, bisa disaksikan berasal dari seluruh Tanah Air. "Keberagaman adalah sumber kekuatan kita," ungkap ketua MPR yang juga Ketum PAN ini.
Zulkifli lalu bercerita ketika menghadiri sebuah acara di NTT bersama Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X. Sultan protes karena acara dibuka dengan pemukulan gong, sama di Jawa. "Itu bukan keragaman, tapi menyamakan," cerita Zulkifli.
"Keberagaman tapi kita tetap satu. Itulah yang dilakukan TMII selama 41 tahun ini," kata menambahkan dalam rilis Humas MPR.
Usai penutupan, Zulkifli bersama Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan tamu lainnya menyaksikan Festival Tari Saman yang digelar di Plasa Tugu Api PancasilaTMII. Festival ini menampilkan 6.000 penari.
[rus]
BERITA TERKAIT: