Tokoh nasional yang juga putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, mengatakan, seharusnya ketua dan anggota MPR (DPR dan DPD) tidak lagi mensosialisasikan kata "Empat Pilar" untuk Pancasia.
"Dan memang jelas, Bung Karno penggali Pancasila tidak menyebut "Pilar" tapi Pancasila adalah filosofische grondslag atau grund norm sebagai dasar negara Indonesia merdeka," sebut Mbak Rachma, sapaan akrabnya, Jumat (25/3).
Jelas dia, jika MPR tetap menggunakan kata "Pilar", ini merupakan pelanggaran hukum yang amat serius dan mendowngrade deskripsi Bung Karno.
"Sudah dua kali ketua MPR disomasi. Pertama ketika era Sidarto Danusubroto dari PDIP. Yang anehnya, partainya memakai simbol-simbol Soekarno tapi justru tidak tau ajarannya, jadi abal-abal saja. Kedua era Zulkifli Hasan," terang Mbak Rachma.
Ia menambahkan, dengan tetap mensosialisasikan kata "Empat Pilar" untuk Pancasia, ini menunjukan penguasa negeri sengaja membiarkan keblingerannya terhadap ideologi negara. Jadi tidak heran hasilnya seperti kasus artis Zaskia Gotik. Amat mengenaskan dan memalukan, anak bangsa sendiri melecehkan lambang-lambang dan ideologi negaranya.
"Dimana rasa nasionalisme dan patriotismenya? Bagaimana mau membangun ketahanan nasional dalam Bela Negara? Stop memanipulasi ajaran Bapak Bangsa!" tukas Mbak Rachma, yang juga pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno.
[rus]
BERITA TERKAIT: