Capital Flight Mengancam Perekonomian Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 14 Maret 2016, 06:53 WIB
<i>Capital Flight</i> Mengancam Perekonomian Nasional
Rachmawati Soekarnoputri/net
rmol news logo . Capital flight atau pergerakan uang meninggalkan tanah air untuk diparkir di negara-negara lain, terutama di Singapura, memang merupakan fenomena yang sangat meresahkan dan bisa membahayakan perekonomian negara.

Sudah sepantasnya pemerintah mengambil tindakan-tindakan untuk mengembalikan dana yang diparkir di luar negeri ini demi digunakan untuk keperluan pembangunan nasional.

Namun politisi senior, Rachmawati Soekarnoputri, mengingatkan agar upaya tersebut dilakukan ekstra hati-hati karena bisa memberikan pengertian yang lain.

Sumber dana yang diparkir di luar negeri itu pun harus diidentifikasi agar ketahuan mana dana yang diperoleh dari hasil usaha yang sah dan mana yang diperoleh melalui jalan melawan hukum seperti hasil korupsi, narkoba dan prostitusi.

Mbak Rachma, sapaan akrabnya, mengatakan, capital flight milik pemodal besar yang diparkir di luar negeri sempat jadi topik era Orde Baru, dan banyak dikritik oleh ekonom seperti Kwik Kian Gie menjelang kejatuhan Soeharto.

"Karena ulah private corporation seperti para koruptor obligor hitam BLBI sudah sangat meresahkan perekonomian Indonesia  diikuti out flow dana yang kini diparkir di luar," ujar pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno ini kepada redaksi, Senin (14/3). [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA