Darmin Nasution Diultimatum Cabut Pernyataan Dan Minta Maaf

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 18 Februari 2016, 15:59 WIB
Darmin Nasution Diultimatum Cabut Pernyataan Dan Minta Maaf
rmol news logo . Pernyataan Menteri Perekonomian Darmin Nasution yang menuding pemerintah SBY-Budiono membuat kesalahan yang berakibat mandegnya hilirisasi sektor minyak energi dan batubara (Minerba) menuai reaksi dari kader Partai Demokrat.

Kader Demokrat mengultimatum Darmin mencabut dan meminta maaf atas ucapan itu.

"Kami akan bertindak tegas jika Darmin Nasution tidak minta maaf," ujar Jackson Kumaat, Sekjen Bakti Karya Perjuangan Demokrat, organ sayap Demokrat, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (18/2).

Menurut kader muda Demokrat ini, Darmin Nasution yang pernah diangkat oleh SBY menjadi pejabat di Kementerian keuangan dan diusulkan diangkat menjadi deputi dan Gubernur Bank Indonesia, seharusnya membuat kebijakan untuk menstabilkan kondisi perekonomian. Bukan malah sebaliknya membuat kegaduhan dengan mengkambinghitamkan pemerintah sebelumnya, yang justru berimplikasi pada memburuknya perekonomian.

"Dia (Darmin) pernah menjadi bagian pemerintah 2004-2014, jangan kambinghitamkan pemerintah sebelumnya," kata Jackson yang juga Ketua KNPI Sulut tersebut.

Sebelumnya, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keluhkesahnya di Twitter lantaran ada pihak berkuasa yang selalu mengambinghitamkan sepuluh tahun kepemimpinannya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam rapat kerja Kementerian Perindustrian di Jakarta, Selasa 16 Februari 2016, menyatakan, bahwa program hilirisasi yang ada saat ini sangat terlambat, sebab dampak dari pemerintah sebelumnya atau era SBY sehingga tidak mampu mengejar percepatan ekonomi.

"Pemerintah SBY agak terlambat melakukan pembangunan smelter," ujar Darmin.

Kader-kader Muda Partai Demokrat meminta seharusnya Darmin lebih banyak mengevaluasi dirinya daripada menyalahkan orang lain.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA