
Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) akan mengecek muatan MV Ocean Carrier, Selasa (9/2).
‎Kapal berbendera Hongkong yang kandas di perairan Pulau Sambu, Kepulauan Riau itu diduga membawa muatan limbah nuklir.
‎Pengecekan dilakukan untuk memastikan kebenaran rumor yang beredar.
Laksma Maritim UK Agung, Kepala Kantor Keamanan Laut (Kamla) Zona Maritim Wilayah Barat, mengatakan, kapal yang berawak ABK 22 orang itu kandas di Batu Berhenti, sebelah utara Pulau Sambu, Kepulauan Riau dan seluruh awak sudah dievakuasi.
‎Kapal saat ini berada di dermaga Sambu untuk diadakan pengecekan.
‎Menurut pengakuan nahkoda kapal, Huang Ha, demikian Agung menjelaskan, kapal Ocean Carrier bermuatan pasir besi. Namun rumor yang beredar terdapat kesimpangsiuran informasi bahwa bukan pasir yang diangkut tetapi limbah uranium.
‎Bakamla akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan instansi terkait dalam pemeriksaan tersebut.
‎"Kami akan cek dengan seksama muatan kapala tersebut dan mengapa kapal itu kandas. Karena ada rumor bahwa kapal tersebut bermuatan limbah nuklir, Bakamla akan bekerja sama dengan Bapeten dan instansi aparat terkait dalam pengecekan. Jika memang bermuatan limbah nuklir, ini sangat berbahaya bagi keamanan dan keselamatan laut wilayah Kepri," ujar Agung.
‎‎Dalam perjalanan dari Iran menuju Tiongkok, kapal MV Ocean Carrier kandas di Selat Phillips pada pukul 04.00, Rabu (3/2) pada posisi 01 11 225 U-103 53 056 T.
‎Kapal yang berbobot 33.456 GT akan menuju pelabuhan terakhir Yangjian, Tiongkok. Kapal kandas di perairan batu Berhenti, setelah keluar jalur ke sebelah kanan karena menghindari kapal lainnya yang memotong dari arah Indonesia menuju Singapura.
[dem]‎
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: