Demikian disampaikan Presiden Konfedrasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kepada redaksi, Selasa (9/2).
Said Iqbal mengungkapkan, perusahaan kembali mem-PHK buruh farmasi pabrik obat multinasional pada bulan Februari ini. Seperti, PT Novartis di Kuningan Jaksel 100 orang, PT Sandoz di Pasar Rebo Jaktim 200 orang, PT Sanopi Aventis di Jalan A.Yani Jaktim lima orang kemungkinan menjadi 100 orang.
"Kemungkinan menyusul PHK ratusan buruh di PT Merck, PT Glaxo, dan PT Jhonson and Jhonson yang membuat resah ratusan buruh di perusahaan tersebut," ungkap Said Iqbal.
Jelas dia, ratusan buruh yang sudah ter-PHK dan sedang berunding pesangon tersebut adalah anggota Federasi Serikat Pekerja Farkes Reformasi (FSP FARKES Reformasi) yang juga anggota KSPI.
Massa buruh mendesak Pemerintahan Jokowi-JK agar sungguh-sunggug bekerja untuk menghentikan gelombang PHK di Tanah Air.
"Sungguh ini benar-benar ada PHK bukan main-main dan mengada-mengada. Dan perusahaan farmasi yang sudah mem-PHK adalah perusahaan multinasional dari Perancis dan Swiss dan mereka sudah puluhan tahun di Indonesia. Alasan PHK adalah karena perusahaan mengurangi kapasitas produksi," tukas Said Iqbal, yang juga Presiden FSPMI.
[rus]
BERITA TERKAIT: