Dari CCTV di tempat kejadian, kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, polisi sebenarnya sudah mendapatkan berbagai indikasi dan petunjuk yang kuat sebagai alat bukti. Namun untuk mengungkap motifnya polisi perlu mendapatkan bukti bukti lain, seperti bungkus sianida, bon pembelian sianida atau petunjuk-petunjuk lain dari HP, komputer, membuka
google tersangka, atau data-data lain di rumah tersangka.
"Memang tak mudah untuk mengungkap kasus pembunuhan dengan racun, tapi IPW berkeyakinan polisi akan mampu menuntaskan kasus kematian Mirna dengan tuntas," kata Neta beberapa saat lalu (Selasa, 2/2).
Menurut Neta, kasus kematian Mirna harus diungkap polisi karena tergolong sadis dan kejam. Hal ini terlihat dari racun sianida yang dimasukkan ke kopi yang diminum Mirna, yang ternyata dapat mengakibatkan kematian bagi 20 sampai 25 orang. Artinya, sianida yang dimasukkan ke kopi Mirna dosisnya sangat tinggi, yang dalam tempo singkat bisa membunuh.
"Kekejaman ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang berwatak sadis dan berdarah dingin. Pelaku pembunuhan seperti ini harus dihukum berat," demikian Neta.
[ysa]
BERITA TERKAIT: