"Yang paling memprihatinkan adalah tren kematian polisi akibat bunuh diri dan ditembak rekannya sendiri," sebut dia kepada redaksi, Minggu (27/12).
Menurut Neta, kasus ini menunjukkan bahwa psikologi sebagian anggota Polri sangat labil dan tidak mampu menahan emosi.
Ia berharap di 2016, jajaran Polri bisa lebih mawas diri, terlatih, peka, tidak emosional dan arogan, sehingga angka kematian polisi saat bertugas bisa semakin menurun.
"Yang lebih penting, di 2016 diharapkan tidak ada lagi sesama polisi saling serang atau polisi tembak polisi," tukas dia.
IPW mencatat, sepanjang tahun 2015 jumlah polisi tewas di seluruh Indonesia sebanyak 18 orang dan 74 luka-luka. Angka penyebab kematian terbesar adalah akibat bunuh diri sebanyak tujuh orang, ditembak enpat orang, kecelakaan tiga orang, ditikam satu orang, dan lain-lain tiga orang.
[rus]
BERITA TERKAIT: