Jokowi Berharap Tahun 2016 Pembangunan Di Papua Sudah Bisa Dirasakan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 04 Desember 2015, 08:19 WIB
Jokowi Berharap Tahun 2016 Pembangunan Di Papua Sudah Bisa Dirasakan
jokowi/net
rmol news logo . Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Pemerintah memberikan perhatian yang amat sangat kepada tanah Papua.

"Pemerintah, negara harus hadir baik dalam pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, kawasan industri, dan juga pembangunan pasar-pasar tetap, juga melalui pelayan kesehatan, pelayanan pendidikan maupun pelayanan sosial yang sangat diharapkan warga tanah Papua," kata Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas tentang Papua, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/12).

Kepala Negara menilai dalam beberapa tahun ini, kementerian-kementerian bekerja sangat sektoral sekali, tidak terintegrasi, sehingga yang kelihatan di lapangan adalah berjalan sendiri- sendiri. Oleh sebab itu, pada rapat terbatas itu, Jokowi menegaskan agar diberikan perhatian mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, terutama di perbatasan.

Jokowi meminta agar jajaran pemerintah bisa membuka keterisolasian  beberapa wilayah yang ada di Papua, seperti misalnya jalan dari Agas naik ke atas ke Wamena agar mulai dikerjakan oleh Kementerian PU dibantu TNI.

"Saya kira jalan-jalan seperti ini yang diperlukan di sana  sehingga nantinya barang-barang dan arus orang dari satu kabupaten ke kabupaten yang lain bisa lebih cepat. Dan tentu saja akan mempengaruhi harga-harga yang ada di sana," tutur Jokowi.

Menurut Jokowi, Pemerintah ingin meletakkan pondasi yang kuat terhadap percepatan pembangunan di Papua, dan hal ini perlu sekali disangga oleh sebuah tata kelola pemerintahan daerah yang baik, dengan aparat yang akuntabel yang memberikan ruang-ruang partisipasi dari masyarakat untuk juga ikut berperan.

"Kita berharap agar semuanya yang kita bangun ini mendengar suara rakyat Papua. Itu diajak bersama, kita ajak bersama-sama membangun tanah Papua," tegasnya.

Untuk itu, Jokowi meminta pada tahun 2016, semua kementerian, TNI, Polri semuanya terintegrasi masuk ke Papua. "Kita harapkan di tahun mendatang kelihatan, keliahatan barangnya, keliahatan wujudnya, keliahatan pelayanannya sehingga masyarakat di Papua merasakan kehadiran pemerintah," pungkasnya.

Dilansir dari laman setkab.go.id, hadir bersama Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Mendikbud Anies Baswedan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA