"Polisi lebih baik fokus pada penyelidikan dan pengungkapan para pelaku dan korporasi yang telah melakukan pembakaran lahan dan hutan yang telah menyebabkan bencana asap yang telah merugikan masyarakat dan negara trilyunan rupiah," kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono, beberapa saat lalu (Rabu, 4/11).
Menurut Arief, bila polisi fokus pada masalah
hate speech terkait foto-foto Jokowi, justru itu patut diduga sebagai upaya Polri yang sedang mengalihkan isu dalam hal pelaku pembakaran lahan dan hutan.
"Perlu dicatat selama Jokowi dan Anak Suku Dalam tidak pernah melaporkan terkait foto yang katanya diedit dan disebar di media sosial serta tidak meyebabkan konflik sosial untuk apa Kapolri repot-repot mau menangkap para penyebar foto editan tersebut," ungkap Arief.
Jauh lebih efisien dan berguna, tutup Arief, jika Polri bisa menangkap petinggi perusahaan perkebunan yang telah melakukan pembakaran hutan dan lahan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: