Demikian disampaikan Ketua Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia disingkat (PMKRI) PMKRI, Lidya Natalia Sartono, terkait dengan peringatan Sumpah Pemuda, sebagaimana dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 29/10).
"Realitas sosial, politik, ekonomi dan hukum yang kita hadapi saat ini masih sangat relevan dengan apa yang menjadi semangat dasar dari sumpah pemuda 1928 diatas. Sesungguhnya juga bahwa Indonesia yang dicita-citakan adalah Indonesia yang dibangun dengan semangat solidaritas kebangsaan, sebagaimana para pemuda Indonesia dahulu," ungkap Lidya.
Refleksi 87 tahun Sumpah Pemuda ini juga disampaikan para ketua umum. yang tergabung dalam Kelompok Cipayung. Menurut Ketua Umum GMKI, Ayub Manuel Pongrekun, Sumpah Pemuda harus dimaknai sebagai sesuatu yang utuh untuk membangun persaudaraan pemuda Indonesia.
Ketua Umum HMI, M.Arief Rosyid Hasan mengatakan Sumpah Pemuda harus menjadi momen yang tepat dalam merevitalisasi peran strategis pemuda dengan menjadikannya sebagai prioritas pembangunan. Sementara Ketua umum PMII, Aminuddin Ma'ruf mengatakan bahwa Sumpah Pemuda tahun 1928 harus menjadi cermin dan evaluasi oleh pemuda masa kini untuk menjaga warisan semangat sumpah pemuda tersebut dalam membangun negara kesatuan RI.
[ysa]
BERITA TERKAIT: