Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan di mata Megawati, Yudi Latief tidak hanya dikenal sebagai pemikir kebangsaan. Keseriusannya di dalam menggali kembali seluruh konsepsi tentang dasar-dasar Indonesia Merdeka, dengan sangat baik dituangkan dalam Buku Negara Paripurna, Mata Air Keteladanan para pendiri bangsa, dan Revolusi Pancasila.
Perhatian yang begitu besar dari Megawati kepada Yudi Latief menunjukkan bahwa keseluruhan gagasan Yudi Latief menjadi masukan penting atas keseluruhan proses dialektika kehidupan berbangsa Indonesia, agar Indonesia bisa secepatnya menjadi bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.
Menurut Hasto, peluncuran buku tersebut sengaja dilakukan menjelang peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober.
"Ibu Megawati selalu menyampaikan bahwa antara Sumpah Pemuda dan Pancasila merupakan satu tarikan nafas perjuangan. Pancasila sebagai dasar, tujuan, the way of life, dan pemersatu bangsa, selalu menjadi falsafah hidup karena komitmen yang digelorakan melalui Sumpah Pemuda untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan Indonesia," kata Hasto di Jakarta, Selasa (27/10).
[rus]
BERITA TERKAIT: