"Jadi bisa jadi kepentingan politik partai juga memicu semangat anggota DPR untuk menggelar Pansus tersebut," kata Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus saat dihubungi, Jumat (23/10)
Jika pembentukan pansus dilatari oleh semangat kepentingan politik, maka lanjut Lucius, Pansus ini hanya akan menjadi tong kosong yang nyaring bunyinya. Tak akan ada temuan konstruktif selain upaya mereka untuk kepentingan politik mereka sendiri.
"Apalagi kinerja DPR sekarang ini nyaris tak bertaji. Jika mereka tiba-tiba galak di kasus Pelindo, kitapun jadi serba ragu, jangan-jangan bukan misi pembenahan Pelindo yang menjadi target Pansus," ucap dia.
Lucius juga mengatakan, dengan kondisi DPR saat ini dimana ada penangkapan beberapa orang anggota yang diduga korup sesungguhnya sudah menggerogoti legitimasi DPR. DPR akan sangat sulit dipercaya lagi, bahkan meskipun ketika DPR punya niat baik sekalipun.
"Apalagi, setiapkali publik mau berpikir positif terhadap mereka, setiap kali juga mereka kedapatan berbuat salah dengan kasus korupsi yang dikakukan," demikian Lucius.
[ysa]
BERITA TERKAIT: