Emil Salim: Bila Kereta Cepat Jakarta Bandung Rugi Apakah Ditanggung Negara?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 20 Oktober 2015, 09:53 WIB
Emil Salim: Bila Kereta Cepat Jakarta Bandung Rugi Apakah Ditanggung Negara?
emil salim/net
rmol news logo . Menteri BUMN Rini Soemarno begitu ngebet dan ngotot untuk terus melanjutkan proyek kereta cepat jarak pendek Jakarta-Bandung. Sikap Rini yang memaksa ini tentu saja terus mengundang tanya dan rasa heran dari publik.

Bahkan rasa heran juga datang dari mantan Menteri Perhubungan 1973-1978, Emil Salim. Kata Emil, jika Rini sangat dekat dengan Jokowi, lalu mengapa memaksakan proyek kereta-cepat yang tak feasible ekonomi ini. Lalu mengapa juga memakai dana pinjaman China untuk proyek yang tidak hasilkan valuta asing.

"Ada mis-match dana pembiayaan antara valuta asing dengan rupiah loan," kata Emil yang pandangannya ini tersebar melalu jaringan media sosial beberapa waktu lalu.

Dalam pandangan Emil, sungguhpun pola proyek business to business, namun dalam hal ini yang terlibat adalah juga badan usaha milik negara, yang modalnya juga merupakan kekayaan-negara yg dipisahkan.

"Sehingga bila ada kerugian business dalam usaha kereta-cepat maka risiko budiness ditanggung BUMN yang pemegang-sahamnya adalah negara atau pemerintah?" tanya Emil. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA