"Enggak tau (dimana Rio Capella), saya enggak pernah liat," ujarnya di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).
Akbar juga mengaku tak pernah komunikasi lagi dengan rekannya yang juga berada di dalam Komisi III DPR RI itu. Bahkan, Akbar meminta rekan wartawan yang mencari dimana Rio Capella saat ini berada.
"Enggak tau, saya gak ada komunikasi lagi. Saya fokus di Komisi III dulu," ungkapnya.
Ketika disinggung, apakah menghilangnya Sekjen partai yang dipimpin Surya Paloh ini lantaran terlibat dalam kasus dugaan suap kepada Hakim dan Panitera PTUN Medan itu, Akbar membantahnya.
Dia menegaskan partainya sama sekali tak terlibat dalam pusaran suap yang juga telah menjerat mantan Ketua Mahkamah Partai NasDem OC Kaligis menjadi terdakwa.
"Sesuatu apa? Saya hanya ingin mengatakan bahwa NasDem tidak ada urusan dengan itu (suap kepada Hakim dan Panitera PTUN Medan)," tukasnya.
Seperti diketahui, Rio Capella diperiksa sebagai saksi oleh KPK dalam kasus dugaan suap kepada Hakim dan Panitera PTUN Medan untuk tersangka Gatot dan istrinya Evy Susanti, pada Rabu 23 September 2015 lalu. Usai menjalani pemeriksaan, Rio Capella kabur tanpa mau menjawab pertanyaan wartawan.
Sementara itu Gatot pada Selasa 29 September 2015, usai menjalani pemeriksaan mengaku akan membuka tabir pertemuan yang dilakukan di Kantor DPP NasDem dengan para elit partai besutan Surya Paloh itu. Namun, dia baru akan membeberkan semuanya dalam persidangan dirinya.
Begitupun dengan sang istri, Evy mengaku akan membuka dugaan penerimaan uang yang dilakukan Rio Capella dalam persidangan. Pasalnya, muncul dugaan orang nomor dua di Partai NasDem itu, menerima uang terkait perkara dugaan korupsi Dana Bansos dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Provinsi Sumut yang tengah diselidiki Kejaksaan Agung.
[sam]
BERITA TERKAIT: