Demikian disampaikan politikus senior yang Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 12/10).
"Inteletual aktor penyebab kebakaran hutan diyakini pengusaha hutan memanfaatkan musim kemarau seolah-lah
triger terbakarnya hutan," ungkap Rachma.
Menurut Rachma, pemerintah lelet menangani hal ini sebab tersandera dengan kebijaksaannya sendiri. Hal ini bisa dilihat, adakah misalnya klausul kontak HPH disebutkan sanksi berat bagi pelanggaran ekosistim.
"Sudah terlalu lama hutan Indonesia dirusak sejak jaman Orba. Pemerinah menerima pendapatan besar dari kontribusi sektor pengusahan hutan, setelah migas, tapi sering raib. Dana tidak masuk kas negara, Rp 60 triliun. Rakyat lagi yang menanggung kebijakan penguasa yang tidak bijak," demikian Rachma.
[ysa]
BERITA TERKAIT: