Inilah Persoalan Global yang Harus Dihadapi dan Diatasi TNI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 05 Oktober 2015, 09:15 WIB
Inilah Persoalan Global yang Harus Dihadapi dan Diatasi TNI
ilustrasi/net
rmol news logo . Saat ini, Presiden Joko Widodo mencanangkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Hal ini tentu saja tidak dapat dilepaskan dari penguatan personel dan alat utama sistem senjata (alusista) tiga Matra TNI, terutama TNI Angkatan Laut. Kekuataan TNI AL perlu ditingkatkan mengingat eskalasi ancaman juga ada peningkatan.

"Ancaman dan tantangan keamanan terbesar yang ada di wilayah Asia Tenggara saat ini adalah memanasnya konflik laut China Selatan dimana melibatkan beberapa negara di kawasan Asean seperti Filiphina, Malaysia, Thailand, Vietnam dan lain-lain," kata pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 5/10).

Hal ini, ungkap Susaningtyas, patut diwaspadai bersama karena wilayah Laut China Selatan merupakan salah satu jalur laut tersibuk di dunia. Selain digunakan oleh sejumlah besar negara di dalam wilayah, jalur tersebut juga digunakan oleh negara di luar wilayah. Oleh karena itu Indonesia, dalam hal ini TNI, mempunyai peranan penting dalam membangun kestabilan dan keamanan regional guna memelihara keseimbangan di antara negara-negara berkepentingan yang dikendalikan oleh kekuatan dari luar wilayah.

"Indonesia harus bisa meningkatkan hubungan, menyebarkan gagasan, dan melontarkan inisiatif terwujudnya U-shape line area sebagai zona ASEAN dan China SPR (strategic petroleum reserve) dan terciptanya ASEAN-China Maritime Security Initiative pada pengawasan dan patroli laut-udara di wilayah Laut Cina Selatan," ungkap Susaningtyas.

Menurut Susaningtyas, masalah keamanan lain dan perlu untuk ditangani bersama adalah mengatasi kejahatan lintas negara dan isu-isu keamanan perbatasan lainnya. Wilayah perbatasan yang jauh dan pengawasan sering
dimanfaatkan pihak-pihak tertentu sebagai gerbang kegiatan illegal.

"Misalnya perompakan, pembajakan, penyelundupan, penangkapan lkan secara illegal, perambahan hutan illegal, penggeseran patok-patok perbatasan dan pelintasan batas illegal," demikian Susaningtyas. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA