Sedikitnya 19 orang tak bersalah tewas dalam serangan itu.
Rumah sakit tersebut dikelola kelompok Dokter Tanpa Batas atau Medecins Sans Frontieres (MSF).
Dari 19 korban tewas, 12 adalah staf rumah sakit dan 7 lainnya adalah pasien. Selain korban tewas, dilaporkan sekurang-kurangnya 37 orang terluka ringan dan serius.
Ada banyak pasien dan staf yang masih belum terdata. Jumlah korban bisa terus bertambah,†uajr MSF dalam keterangannya seperti dikutip dari
CNN.
Juga disebutkan bahwa serangan terus berlanjut kendati sudah ada laporan bahwa yang terkena pengeboman adalah sebuah rumah sakit.
Seorang pejabat militer AS mengatakan, saat ini sedang dilakukan penyelidikan apakah sebuah pesawat pengebom jenis AC-130 milik negara itu bertanggung jawab dalam serangan. Disebutkan bahwa keberadaan pesawat itu di kawasan tersebut adalah untuk melindungi objek militer AS dari serangan Taliban.
Sementara Preside Barack Hussein Obama dalam keterangannya menyatakan ikut berduka cita.
"Kementerian Pertahanan tengah melakukan investigasi penuh dan kita akan menunggu hasil dari peyelidikan sebelum membuat tuduhan yang definitif pada tragedi ini," ujar Obama.
[dem]
BERITA TERKAIT: