
. Dalam Pertemuan Menteri UKM APEC ke-22 di kota Iloilo, Filipina, Indonesia berbagi pengalaman dalam memfasilitasi UKM memasuki pasar global. Antara lain dengan cara memfasilitasi UKM mengikuti pameran dan misi dagang ke luar negeri, mengembangkan kerjasama dengan perwakilan dagang negara lain yang dilakukan utamanya oleh LLP-KUKM (Lembaga Layanan Pemasaran KUKM) dan membangun trading board berbasis internet.
Demikian disampaikan Deputi Pengkajian Sumberdaya UMKM di Kementerian KUKM, Meliadi Sembiring, yang menjadi delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 27/9).
Untuk memfasilitasi UKM mempromosikan produknya di kawasan Asia-Pasifik, jelasnya, Indonesia mengusulkan untuk dibangun "SME e-Promotion Portal" berbasis internet di bawah kerangka kerjasama APEC. Tujuannya, untuk memberikan kesempatan kepada usaha mikro dan UKM mempromosikan produknya dan dalam rangka menemukan mitra usaha potensial dari mancanegara.
Sebelum berlangsungnya pertemuan tingkat Menteri UKM APEC 25 September, pada 23-24 September 2015 di tempat yang sama telah pula diselenggarakan SMEWG Meeting (pertemuan Kelompok Kerja UKM APEC) yang membahas agenda dan proyek kerjasama APEC terkait strategic plan yang meliputi tiga bidang. Yaitu, penciptaan iklim usaha yang kondusif, pembiayaan, dan internasionalisasi UKM.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: