Penghancuran infrastruktur kota-kota di Suriah dan pelanggaran hak asasi manusia sampai pada tahap mengerikan. Ironisnya, kebutuhan dasar seperti makanan dan perawatan medis bagi para korban konflik tersebut sangat jauh dari memadai.
Saat ini, sebagaimana disampaikan Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT), Insan Nurrochman, kepada redaksi beberapa saat lalu (Minggu, 13/9), ratusan ribu pengungsi Suriah mencoba melakukan perjalanan berbahaya melintasi Laut Mediterania dari Turki ke Yunani. Pengungsi itu berharap menemukan masa depan yang lebih baik di Eropa.
Dunia, lanjut Insan, akhirnya disentakkan oleh beredarnya foto Aylan Kurdi, bocah laki-laki asal Suriah yang terdampar di pantai dengan kondisi tak bernyawa. Aylan kecil meninggal bersama kakaknya Galip (5 tahun), dan ibunya Rehan ketika kapal mereka terbalik saat mencoba untuk mencapai pulau Kos di Yunani pada tengah malam.
"Dunia kembali menangis," demikian Insan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: