Pemerintah Harus Jujur soal Proyek Listrik 35 Ribu Megawatt

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 10 September 2015, 07:35 WIB
rmol news logo . Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Pemerintah untuk memaparkan proyek listrik 35.000 megawatt dengan benar dan jujur.

"Saya minta pemerintah transparan soal ini," sebut Anggota Komisi VI DPR Refrizal kepada redaksi, Kamis (10/9).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, dewan masih bertanya-tanya apakah kapasitas 35.000 megawatt itu baru semua atau digabung dengan proyek-proyek yang lama. Misalnya, PLTU berkapasitas 2 kali 1.000 di Jawa Tengah yang oleh Presiden Jokowi diresmikan dimulai proyeknya pada akhir Agustus 2015.

Refrizal mengaku dapat bocoran, kalau pekat 35.000 megawatt itu adalah gabungan dari proyek-proyek yang lama, termasuk proyek berkapasitas 10.000 megawatt yang sudah berjalan sejak Jusuf Kalla menjadi wakil presiden mendampingi SBY.

"Sebenarnya ini (35.000 megawatt) berat, karena yang lama aja belum clear. Tapi kalau ditanya sama PLN, pasti mereka mengatakan 'siap' dan 'iya', karena presiden yang meminta. Mereka akan mengataka menyanggupi meski mereka sebenarnya berat," demikian Refrizal. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA