SBY Seakan Mengidap Gejala Post Power Syndrome atau Mengalami Disorientasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 30 Agustus 2015, 15:37 WIB
SBY Seakan Mengidap Gejala <i>Post Power Syndrome</i> atau Mengalami Disorientasi
rmol news logo . Kelakuan Ketua Umum Demokrat, SBY, yang seringkali tampil di depan publik sambil seakan-akan memberi masukan kepada pemerintahan sekarang patut diduga kuat sebagai gejala post power syndrome.

‎"Jujur saja, saya kaget melihat aktifnya SBY mencoba mengarahkan pemerintahan ini. Saya melihat SBY masih post power syndrome, merasa dirinya masih presiden," kata‎ anggota Badan Legislatif (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, M.Misbakhun, beberapa saat lalu (Minggu, 30/8).

‎Selain itu, lanjut Misbakhun, sebagai ketua umum partai SBY juga sebenarnya tahu bagaimana mekanisme untuk menyampaikan saran dan pendapat ke pemerintahan. Sebab ada jalur resmi politik, yakni melalui Fraksi Partai Demokrat yang dipimpin putra SBY sendiri, Edhie Baskoro Yudhoyono.

‎‎Ibas, begitu Edhie disapa, adalah politikus berpengalaman karena sudah pernah menjabat sebagai anggota DPR di periode 2009-2014. Bagi Misbakhun, SBY seharusnya menyampaikan idenya melalui jalur resmi di fraksi itu.

‎"Walaupun beliau itu mantan presiden, tapi kan beliau ketua umum partai. Punya anggota DPR dan fraksi di DPR yang menjadi saluran untuk mengawasi jalannya pemerintahan," beber Anggota Komisi XI DPR RI itu.‎

‎Bagi Misbakhun, sah-sah saja SBY menyampaikan pidato memberi saran kepada pemerintah. Sebab hak itu dilindungi oleh Konstitusi. Namun, dari sisi etika politik, mengingat posisi SBY, hal demikian menjadi kurang wajar dan kurang etis. Dalam konteks budaya hidup dan budaya politik Indonesia, SBY seharusnya tak terlalu menunjukkan dirinya 'berpengalaman' dan memiliki 'gairah' politis.‎

‎"Makanya, saya melihat ada kesan kuat SBY sedang mengalami gejala post power syndrome. Atau ada masalah lain, yakni ada disorientasi politik karena gagal menentukan bentuk sikap politik sebagai ketua umum partai politik," kata Misbakhun lagi.

‎Menurutnya, kalaupun ada masalah yang dihadapi pemerintahan saat ini, sebenarnya itu sangat besar merupakan andil pemerintahan sebelumnya yang dikomandani SBY selama 10 tahun. Dia menilai, kalau SBY kerap mencoba mengarahkan pemerintahan saat ini, sama saja SBY berusaha cuci tangan.

‎"Pemerintahan SBY adalah pemerintahan yang juga punya banyak masalah. Jangan cuci tangan seperti ini," demikian Misbakhun. [ysa]‎

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA