Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga. Menurutnya, hal ini dilakukan pemerintah agar ada keadilan bagi pelaku usaha mikro dan kecil dalam mengakses pembiayaan dari perbankan. Kalau dulu 22 persen keuntungan usaha mikro dan kecil habis untuk membayar utang, kini dengan 12 persen diharapkan keuntungan yang ada bisa untuk menambah permodalan.
"Ke depan, suku bunga KUR akan terus diupayakan untuk turun menjadi satu digit yaitu 9 persen," ungkap Puspayoga dalam sambutan acara peringatan Hari Koperasi ke-68 Tingkat Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Senin (24/8).
‎Menurut Puspayoga, dengan kian terbukanya akses pembiayaan perbankan bagi kalangan UMKM, maka diharapkan mereka dapat memiliki daya saing, terutama dalam menyambut berlakunya pasar masyarakat ekonomi Asean pada akhir 2015 ini.
"Tahun 2015 ini disiapkan sebesar Rp30 triliun untuk KUR dengan tiga bank pelaksana, yaitu Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BNI", tukas Puspayoga yang juga menyebutkan bahwa suku bunga Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) juga turun secara signifikan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: