Pimpinan DPR dan Pimpinan Komisi III yang hadir adalah Setya Novanto, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Aziz Syamsuddin dan Desmond J Mahesa. Sementara Jaksa Agung Prasetyo didampingi oleh pejabat teras Kejagung.
Sebelum rapat yang dipimpin Ketua DPR Setya Novanto itu dimulai, Fahri menyampaikan kata pengantar. Sebut politisi PKS itu, sesuai dengan kesepakan rapat dengan Presiden Jokowi dan Wapres JK di Istana Bogor beberapa waktu lalu, eksekutif dan legiaslatif termasuk penegak hukum harus bersama-sama bersinergi meyakinkan dan memberikan kepastian kepada masyarakat dalam menjalankan usahanya.
"Jangan sampai seperti masuk tol, tapi enggak bisa ngebut," sindirnya dengan tidak merinci apa maksudnya.
Presiden, lanjut Fahri, sangat konsen agar usaha-usaha pembangunan terus dijalankan dan digalakkan oleh pemerintah dan kalangan swasta. DPR sendiri, kata Fahri, banyak menerima aduan dan surat dari masyarakat terkait ketidaknyamanan mereka dalam menjalankan usahanya.
Jelas Fahri, upaya untuk mensinergikan ini tidak hanya dilakukan dengan Kejaksaan, tapi dengan penegak hukum lainnya, yakni Polri dan KPK. Dengan maksud, agar ada kepastian hukum di tengah-tengah masyarakat.
"Konsen umumnya seperti itu. Sehingga ini menjadi tugas bersama," tukasnya.
Dalam kata pengantar tersebut, Fahri Hamzah sama sekali tidak menyinggung spesifik soal tema pertemuan tersebut. Seperti dikaetahui, Seketariat Jenderal DPR mengeluarkan suarat agenda pertemuan adalah untuk mengklarifikasi terkait permasalah PT Victoria Securities Indonesia (VSI).
[ysa]
BERITA TERKAIT: