Ada ribuan pegawai dan petugas keamanan (pamdal) DPR yang hadir. Dari anggota, ada 16 anggota DPR lintas fraksi. Seperti Fadli Zon dari Gerindra (inspektur upacara), Aboe Bakar Al-Habsy, Ansory Siregar, Refrizal dari Fraksi PKS, M. Misbakhun dari Fraksi Golkar dan Herman Khaeron dari Fraksi Demokrat.
"Ini cukup memberikan makna berarti. Meski upacara bendera memang terkesan simbolis semata di mata sebagian orang," ujar salah satu tenaga ahli anggota DPR, Antonius Wibowo di Komplek Parlemen.
Ia bilang, secara sederhana paling tidak upacara ini menggugah kembali spirit kita sebagai anak bangsa, bahwa kita diwarisi kemerdekaan oleh para pahlawan untuk mengisinya dengan baik. Menurutnya, tantangan kemerdekaan yang sesungguhnya tidak ringan juga.
"Kemerdekaan hanya sebagai pintu gerbang bagaimana bangsa ini bisa mewujudkan tujuan bangsa, yaitu melindungi segenap tumpah darah dan mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kesejahteraan sosial," tegasnya.
Dirinya berharap upacara bendera tidak hanya dimaknai secara simbolik dengan berbaris, menyanyikan lagu kebangsaan dan mendengarkan pembacaan teks proklamasi, namun dapat dijadikan sebagai momentum menggugah kembali spirit kebangsaan, nasionalisme dan menjadi jembatan perjuangan mengisi kemerdekaan demi terwujudnya tujuan bangsa Indonesia.
"Dalam konteks ini, mari kita bangun kesadaran dan kebersamaan, karena bangsa ini butuh kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan. Dirgahayu INDONESIA ke 70, jayalah Indonesia," pungkasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: