Polisi-Jaksa Diminta Tahu Diri Lalu Mundur dari Capim KPK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 10 Juli 2015, 05:12 WIB
Polisi-Jaksa Diminta Tahu Diri Lalu Mundur dari Capim KPK
neta s pane/net
rmol news logo . Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar para polisi dan jaksa yang mengikuti seleksi calon pimpinan KPK segera mengundurkan
diri.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyebutkan ada tiga alasan kenapa para polisi dan jaksa itu harus mundur.

Pertama, masuknya polisi dan jaksa dalam komposisi pemimpin KPK akan menjadi anti logika. Sebab, berdirinya KPK akibat tidak mampunya Polri dan Kejaksaan dalam menangani kasus-kasus korupsi, sehingga logikanya komposisi pimpinan KPK harus bebas dari unsur kepolisian dan kejaksaan.

Kedua, unsur Kepolisian dan Kejaksaan yang ikutan dalam seleksi capim KPK tidak pernah menunjukkan prestasi maksimal dalam pemberantasan korupsi, terutama di institusi internalnya, padahal mereka sempat memegang jabatan strategis.

Ketiga, jika memang punya kapasitas dalam pemberantasan korupsi, mereka tak perlu repot-repot ikut seleksi di KPK, mereka bisa tetap di institusinya, di Polri dan Kejaksaan,  untuk memperkuat upaya penanganan kasus kasus korupsi dan pemberantasan korupsi di institusinya.

Neta berharap, Pansel KPK mau memahami sejarah berdirinya KPK sehingga tidak ceroboh meloloskan unsur Kepolisian dan Kejaksaan. Pansel KPK juga jangan membiarkan KPK menjadi 'tempat mainan' atau tempat mencari kerja para pensiunan atau para calon purnawiraan.

"IPW juga berharap para polisi dan jaksa yang ikut seleksi capim KPK, tahu diri dengan kapasitas, kapabilitas, dan track recordnya dalam pemberantasan korupsi. Sehinga mau berjiwa besar untuk segera mengundurkan diri. Sebab, saat ini harapan publik terhadap KPK sangat besar agar bisa benar-benar profesional dalam pemberantasan korupsi, sehingga bangsa Indonesia benar-benar bisa bebas korupsi," demikian ungkap Neta seperti dalam rilisnya, Jumat (10/7). [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA