Dolar Naik, Ahok 'Bengek' Bayar Utang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 09 Juni 2015, 18:58 WIB
Dolar Naik, Ahok 'Bengek' Bayar Utang
rmol news logo . Harga nilai tukar mata uang dolar terhadap rupiah kembali meningkat. Sejak hari ini, nilai jual dolar terhadap rupiah menembus angka Rp13.400.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, mahalnya harga dolar berimbas kepada hutang hutang Pemprov DKI yang meningkat.

"Dolar tiba-tiba jadi Rp13.400. Kelebihan rupiah dong kita. Tapi bayarnya yang bengek kita," keluh Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (8/6).

Kelebihan rupiah yang Basuki maksud adalah pinjaman Pemprov DKI kepada Bank Dunia sebesar Rp1,2 triliun untuk pembangunan Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI). Dana sebesar itu digunakan untuk mengeruk sungai-sungai di ibukota.

DKI meminjam dana dalam bentuk dolar ke Bank Dunia. Meski demikian, pembayaran proyek tersebut dalam bentuk rupiah kepada pihak kontraktor.

"Pinjaman JEDI kan jadi kelebihan duuit Rp400 miliar. Ya kan kita pinjam dolar ini. Bayar kontraktor kan pakai rupiah," tandas Ahok. [sam]

ARTIKEL LAINNYA