Tes urine itu dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) di kalangan militer.
Danyon Infanteri 328/Kujang 1 Kostrad, Letkol (Inf) Ade Roni Wijaya, menyatakan pihaknya akan secara terus-menerus melakukan pembinaan dan penyuluhan terhadap anggota TNI-AD tentang bahaya narkoba.
"Pembinaan juga dilakukan untuk memberi motivasi kepada prajurit agar tidak terlibat narkoba," kata dia dalam rilisnya hari ini (Jumat, 29/5).
Kasi Rehabilitasi BNN Depok, Engkos Kosidin, menyebutkan tes urine secara mendadak dilakukan untuk mencegah prajurit TNI AD terlibat penyalahgunaan narkoba.
"Bila hasil tes ada anggota yang positif mengonsumsi narkoba, akan diserahkan ke pihak berwenang untuk dilakukan rehabilitasi guna memberi efek jera," imbuhnya.
Kepala BNN Depok, AKBP Rudy Hartono SIP MM, menambahkan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika menuju Indonesia bebas narkoba 2015 bukan semata-mata tugas BNN. TNI harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba demi menyelamatkan anak bangsa.
[rus]
BERITA TERKAIT: